30 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img

MBG di Nanggung Diduga Terlalu Ngambil Untung, Wali Murid Kecewa

Nanggung l Jurnal Bogor
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor membuat wali murid kecewa. Kekecewaan wali murid yang merupakan keluarga penerima manfaat bukan tanpa alasan. Pasalnya, menu MBG yang dikirim ke SDN Parakanmuncang 02 pada Senin (2/3/2026), terdapat buah salak dengan kondisi busuk sehingga tidak bisa dikonsumsi.

Menurut sumber yang tidak bersedia disebut namanya membenarkan, buah salak yang dikirim ke sekolah itu busuk. Meski pengelola SPPG mengganti buah yang busuk itu, namun keadaan sekolah sudah sepi karena anak sekolah sudah pulang.

“Penggantian buah dari SPPG itu sore, namun sejumlah murid sudah pada pulang,” kata dia kepada Jurnal Bogor, Selasa (3/3/2026).

“MBG yang dikirim tadi juga, jeruknya ada yang busuk juga dan fotonya sempat kami kirim ke sekolah,” paparnya. “Makin gak jelas aja nih MBG,” keluhnya. “Pihak terkait atau bagian pengawasan MBG ini kemana saja,” tanya dia.

Melihat kondisi ini, sejumlah wali murid protes dan sempat datang ke sekolah. ” Waktu itu, pengelola SPPG melalui sekolah hanya meminta maaf. Tetapi kejadian ini terulang lagi, jeruk busuk aja masih dikirim, emang gak disortir dulu,” keluh dia lagi.

“Kami anggap pengelola SPPG terlalu besar ngambil keuntungannya, bayangkan MBG yang dikirim sewaktu libur selama enam hari sebelum Ramadhan. Paket MBG yang dikirim, susu full cream ultra ukuran satu liter merk frisian flag, roti tawar tanpa merk, kemasan buah, pisang dua, jeruk dua buah apel satu biji berikut kurma 4 biji.”

Menurutnya, dari menu MBG yang dikirim untuk enam hari paling habisnya maksimal sekitar Rp40 ribuan.

“Paling abisnya 40 ribuan, sebab setahu kami dari 15 ribu, 5 ribunya buat operasional pengelola MBG sedangkan 10 ribunya untuk penerima manfaat paket MBG selama enam hari. Gampang kan ngitungnya, maksudku ngambil keuntungan boleh saja tapi jangan keterlaluan,” bebernya.

Paket MBG serupa yang dikirim dari SPPG 02 Desa Parakanmuncang itu bukan ke SDN Parakanmuncang 02 saja. Seperti sekolah SDN Parakanmuncang 01, SDN Parakanmuncang 03, SDIT Al-Munawwar, TK Al-Mnawwar, PAUD Simpati, Putra Qusoy, Riyadussibyan dan PAUD Darul Ibtida.

“Kurang lebih 2.000 penerima manfaat MBG dikirim dari SPPG 02 Parakanmuncang kalau tidak salah nama kepala SPPG-nya pak Anang,” ujarnya.

Jurnal Bogor mengkonfirmasi gambar buah salak busuk ke aplikasi WhatsApp milik Anang yang disebut sebut sebagai kepala SPPG Parakanmuncang 02, namun tak merespons.

Sebelum disebutkan, setelah banyak keluhan terkait menu MBG di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor lantaran dinilai tak mencerminkan prinsip nilai gizi seimbang, pemerhati kebijakan publik, Fikri Muhammad meminta pihak pengelola MBG atau SPPG memberikan penjelasan dengan menggelar audensi.

** Arip Ekon

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles