Bogor | Jurnal Bogor
Perkembangan dan kemajuan zaman semakin cepat dan cepat. Ini adalah sesuatu yang sangat membutuhkan perhatian. Apalagi ditemani anak-anak yang semakin bebas.
Belakangan ini kita sering melihat foto anak kecil di jejaring sosial. Dengan gaya dan pakaian yang tidak pantas, bahkan tidak pantas. Banyak foto anak-anak yang diunggah ke media sosial memperlihatkan anak-anak sekolah dasar masih mengenakan seragam merah putih.
Sayangnya, gambar tersebut diunggah dengan gaya yang tidak wajar. Beberapa berpegangan tangan antara anak laki-laki dan perempuan sekolah dasar. Bahkan ada siswa SD yang berpakaian ala SMA berlebihan. Ini harus menjadi perhatian khusus bagi semua orang tua dengan anak-anak.
Penerapan pendidikan akhlak sebenarnya harus dilakukan sedini mungkin. Serbuan berbagai budaya asing yang masuk ke Indonesia dengan sangat mudah, terutama melalui media sosial, kini menjadi perhatian nyata dan harus disikapi.
Bagaimana menghadapi kenyataan bahwa anak Indonesia tidak mudah terpengaruh budaya asing yang kini sangat mudah diakses di Indonesia?
Jauhkan anak-anak dari ponsel sebelum mereka menginjak dewasa.
Handphone atau gadget merupakan sarana yang dengan sangat mudah membawa budaya asing ke Indonesia. Sekarang media sosial sangat luas dan sangat mudah diakses oleh semua orang. Termasuk anak kecil yang sudah pintar dengan ponsel atau gadget. Banyak orang tua tidak menyadari efek negatif dari media sosial.
Padahal, tanpa bimbingan yang tepat, media sosial memiliki peluang lebih besar untuk memberikan dampak negatif. Jadi ini benar-benar pekerjaan rumah bagi orang tua. Berikan pendidikan moral sedini mungkin
Salah satu hal yang dapat menguatkan anak dari serangan budaya asing yang keras adalah dengan memberikan pendidikan moral sejak dini. Pemikiran dan karakter anak sangat mudah dibentuk saat masih kecil. Jadi jangan sia-siakan kesempatan unik ini untuk menjadikan anak Anda berkarakter baik.
Ini berlaku saat anak sudah besar. Pendidikan moral inilah yang menguatkan anak terhadap serangan negatif budaya asing. Berikan perhatian khusus ketika anak-anak melekat pada remaja dan orang dewasa. Biasanya ketika anak mulai menemukan dunianya sendiri di luar lingkungan keluarga. Anak-anak umumnya lebih sulit dikendalikan. Ini biasanya terjadi di usia tua, ketika anak sudah remaja.
Peran orang tua sangat penting untuk mewaspadai remaja. Karena pada usia ini anak mengalami masa dimana mereka penasaran dengan urusan orang dewasa. Tanpa perhatian orang tua, sangat mudah bagi anak untuk membenamkan diri dalam dunia yang dapat membenamkan dirinya dalam hal-hal yang merugikan dirinya.
Oleh karena itu, saat anak menginjak usia remaja, perhatian orang tua terhadap anak sangat perlu ditingkatkan dan diatur. Jangan sampai masa depan anak bangsa menjadi remaja karena salah pergaulan.
** Rahma Tiara Putri/mg-jb


