34.9 C
Bogor
Wednesday, October 21, 2026

Buy now

spot_img

Ratusan Siswa SMPN 2 Cisarua Keracunan Menu MBG

Cisarua | Jurnal Bogor
Ratusan siswa SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, mengalami keluhan kesehatan berupa mual, pusing, muntah, hingga nyeri perut setelah mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu pagi. Seluruh siswa yang terdampak saat ini telah mendapatkan penanganan medis dan menjalani observasi di RSUD Goenawan Partowidigdo Cibeureum.

Salah seorang orang tua siswa, Denny, mengaku mendapat informasi dari pihak sekolah bahwa anaknya mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi paket MBG. Ia segera menuju rumah sakit dan mendapati anaknya tengah menjalani perawatan.

Menurut Denny, anaknya mulai mengalami pusing dan muntah setelah mengonsumsi susu yang dibagikan bersama paket makanan MBG. Ia berharap pengawasan terhadap kualitas makanan dan minuman dalam program tersebut dapat diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

Sementara itu, Bupati Bogor Rudy Susmanto yang meninjau langsung penanganan para siswa memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama, baik yang mengalami gejala ringan maupun sedang.

“Jumlah yang pasti hari ini ada 103 siswa. Dari 103 tersebut baik gejala ringan maupun gejala sedang, semua ditangani dengan perlakuan yang sama dan pelayanan yang baik. Kita ingin memastikan siswa-siswi pulang ke rumahnya masing-masing dalam kondisi sehat seperti saat mereka berangkat,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, sebagian besar siswa diperkirakan dapat dipulangkan secara bertahap setelah menjalani observasi medis. Pemerintah Kabupaten Bogor juga akan melakukan pemantauan lanjutan ke rumah-rumah siswa guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga pascakejadian.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, S.H., M.H.Kes., menjelaskan, seluruh siswa ditangani sesuai dengan kondisi dan gejala yang dialami. Siswa yang menunjukkan tanda-tanda dehidrasi mendapatkan terapi cairan, sedangkan mereka yang mengalami mual dan sakit perut diberikan pengobatan sesuai kebutuhan medis.

“Anak-anak ditangani sesuai gejala yang timbul. Yang terindikasi dehidrasi diberikan cairan, kemudian yang mual dan sakit perut diberikan terapi sesuai gejalanya, lalu diobservasi. Insya Allah sebagian besar dalam waktu dekat akan dipulangkan secara bertahap,” katanya.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor juga telah mengamankan seluruh sampel makanan yang disajikan dalam program MBG untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sampel yang diuji meliputi nasi, telur, sayuran berupa wortel dan jagung, serta minuman yang diberikan kepada para siswa.

Selain mengambil sampel makanan yang tersisa, petugas juga mengamankan sampel cadangan dari bank sampel yang tersedia di dapur penyedia MBG sebagai bahan pembanding dalam proses pemeriksaan.

Hingga saat ini, pemerintah daerah belum dapat memastikan penyebab insiden tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru dapat diketahui paling cepat dalam waktu sekitar 24 jam.

Berdasarkan keterangan sejumlah siswa, gejala mulai dirasakan kurang dari 30 menit setelah mengonsumsi makanan dan minuman yang disediakan. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui hasil uji laboratorium.

Saat ini, seluruh siswa yang sebelumnya sempat mendapatkan penanganan di puskesmas maupun fasilitas kesehatan lainnya telah dipusatkan di RSUD Goenawan Partowidigdo untuk memudahkan proses observasi dan pemantauan kondisi kesehatan.

Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Badan Gizi Nasional dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi terus melakukan pendampingan serta menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti insiden yang menimpa para siswa tersebut.

(Dadang Supriatna)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles