34.7 C
Bogor
Tuesday, October 6, 2026

Buy now

spot_img

Batulayang Bangun Pos Pantau Pembuang Sampah

Cisarua | Jurnal Bogor
Persoalan sampah yang tak kunjung berhenti di Kampung Keramat (Kareo) akhirnya mendapat perhatian serius. Dalam beberapa minggu ke depan, warga bersama pemangku wilayah, RT, tokoh masyarakat, serta para pemuda mulai membangun pos pantau sampah di sekitar jembatan yang kerap dijadikan lokasi pembuangan sampah liar oleh oknum luar kampung, Selasa (6/10/2026).

Langkah ini dilakukan karena lokasi tersebut jauh dari pantauan warga, sehingga rawan dijadikan tempat pembuangan sembarangan. Pos pantau nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengawasan kebersihan, tetapi juga akan dikembangkan menjadi area wisata air sederhana yang bisa dinikmati masyarakat.

Kepala Desa Batulayang, H. Iwan Setiawan, saat melaksanakan kegiatan Hari Sungai Sedunia, menyampaikan bahwa pembangunan pos pantau merupakan bentuk nyata kepedulian warga terhadap lingkungan sekaligus upaya kreatif menghidupkan potensi desa.

“Kami bersama warga bersepakat membangun pos pantau agar sampah tidak lagi menumpuk di sekitar jembatan. Selain menjaga kebersihan, pos ini akan difungsikan sebagai destinasi wisata air sederhana, sehingga masyarakat bisa menikmati lingkungan yang lebih sehat dan indah,” ujar H. Iwan Setiawan.

Di lokasi pembangunan pos pantau, Salim, akrab disapa Kang Chakil yang sebelumnya menyulap lokasi pembuangan sampah menjadi destinasi wisata air Bale Iyuh, turut memberikan dukungan. “Pengalaman Bale Iyuh membuktikan bahwa tempat yang dulunya identik dengan sampah bisa berubah menjadi ruang wisata dan sosial. Harapan saya, pos pantau ini bisa mengikuti jejak Bale Iyuh, menjadi pusat kebersamaan sekaligus menjaga sungai tetap bersih,” ungkap Salim.

Ia menambahkan, dukungan penuh dari tokoh masyarakat, RT/RW, serta pemuda kampung menjadi modal penting agar program ini berjalan berkelanjutan. “Harapan kami, pos pantau ini bukan hanya solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan warga dalam menjaga lingkungan,” imbuhnya.

Dengan adanya pos pantau, warga Kampung Keramat optimis masalah sampah bisa ditekan sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan wisata berbasis lingkungan.

(Dadang Supriatna)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles