35.5 C
Bogor
Wednesday, September 23, 2026

Buy now

spot_img

Pekebun Sawit Banten Diperkuat Kemampuan Kelola Keuangan dan Usaha

Serang | Jurnal Bogor – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Kementerian Pertanian memperkuat kapasitas pekebun sawit melalui Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan sebagai bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan (SDMP).

Pelatihan Manajemen dan Administrasi Keuangan Angkatan I tersebut berlangsung pada 17–22 September 2026 di Kota Serang, Provinsi Banten, dan diikuti 30 peserta yang terdiri atas 27 laki-laki dan tiga perempuan.

Pelatihan dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pekebun dalam mengelola usaha perkebunan secara lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan. Penguatan kemampuan manajerial dan administrasi keuangan dinilai penting agar pekebun tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga dapat mengelola hasil usaha secara efektif.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pengembangan sektor perkebunan perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pekebun yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai akan lebih siap mengelola usaha secara produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mendorong penguatan kompetensi pekebun melalui program pengembangan SDM perkebunan. Kemampuan manajerial, termasuk dalam administrasi dan pengelolaan keuangan, menjadi salah satu bekal penting dalam membangun usaha perkebunan yang lebih terencana.

Kolaborasi BPDP dan BBPMKP menjadi bagian dari upaya memperluas akses peningkatan kompetensi bagi pekebun di berbagai daerah. Melalui pelatihan yang terstruktur, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan dalam mengelola aspek administrasi, produksi, dan keuangan usaha.

Kepala BBPMKP, Sukim Supandi, mengatakan bahwa peningkatan kompetensi pekebun perlu mencakup kemampuan mengelola usaha secara menyeluruh.

“Pekebun diharapkan mampu mengelola keuangan hasil usahanya secara tertib, sehingga pendapatan yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha perkebunan,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pembukuan dan administrasi keuangan, pengelolaan kredit dan simpan pinjam, penyusunan proposal usaha, serta penerapan prinsip manajemen keuangan dalam kegiatan usaha. Materi tersebut memberikan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan transaksi, perencanaan keuangan, hingga pengelolaan pendapatan dan pengeluaran usaha.

Selain aspek keuangan, peserta juga mendapatkan materi mengenai pengelolaan dan administrasi produksi, mekanisme serta tata kelola kegiatan usaha, dan materi pendukung lainnya. Pembelajaran diarahkan untuk membangun pemahaman yang utuh mengenai pengelolaan usaha perkebunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, administrasi, hingga evaluasi usaha.

Melalui pelatihan ini, pekebun diharapkan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan usaha di lapangan. Penguatan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendorong pengelolaan usaha perkebunan yang lebih tertib, efisien, profesional, dan berorientasi pada pengembangan usaha serta peningkatan kesejahteraan pekebun.

(Restu/BBPMKP)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles