29.6 C
Bogor
Wednesday, July 8, 2026

Buy now

spot_img

Suhu Bogor Terasa Lebih Menyengat? Kenali Tanda Tubuh Mulai “Kepanasan” Sebelum Terlambat

Bogor | Jurnal Bogor
Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa belakangan ini tengah memicu kekhawatiran global. Melansir dari berbagai laporan media internasional, suhu di beberapa kota di Eropa bahkan menembus angka 43,8 derajat Celsius, memicu alarm kewaspadaan massal terkait dampak kesehatan.

Meski berada di belahan bumi yang berbeda, efek cuaca gerah rupanya juga mulai dirasakan oleh masyarakat di wilayah Bogor dan sekitarnya. Kota Hujan yang biasanya dikenal berhawa sejuk, belakangan ini terasa lebih menyengat, terutama pada siang hari. Sebagian warga mulai mengeluhkan kondisi udara yang membuat tubuh lebih cepat berkeringat dan merasa lemas.

Berdasarkan data harian dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Barat, suhu udara di wilayah Bogor dalam beberapa hari terakhir tercatat mencapai puncaknya di angka 31 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan yang cukup tinggi. Menurut BMKG, fenomena udara gerah ini disebabkan oleh El Nino yaitu fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang berdampak pada perubahan pola iklim global.

Meningkatnya suhu udara ini tentu tidak boleh disepelekan. Tubuh manusia memiliki batas toleransi tertentu terhadap paparan panas. Jika dipaksakan beraktivitas berat tanpa proteksi, tubuh bisa mengalami kondisi yang disebut heat exhaustion (kelelahan akibat panas) hingga yang paling fatal: heat stroke (sengatan panas).

Melansir panduan kesehatan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berikut adalah tanda-tanda saat tubuh mulai memberikan sinyal ‘kepanasan’ yang wajib diwaspadai:

  1. Warna Urin Menjadi Pekat

Salah satu indikator paling mudah untuk mengecek kondisi tubuh adalah saat buang air kecil. Jika urin berwarna kuning pekat atau cenderung jingga, itu tandanya tubuh Anda sudah mengalami dehidrasi berat dan kekurangan cairan akibat cuaca panas.

  1. Pusing dan Sakit Kepala Tiba-Tiba

Paparan panas matahari yang menyengat dapat menyebabkan pembuluh darah melebar dan menurunkan tekanan darah secara mendadak. Efeknya, aliran oksigen ke otak berkurang, memicu rasa pusing, kliyengan, hingga sakit kepala.

  1. Kulit Kering tapi Terasa Panas

Pada kondisi normal, tubuh akan mengeluarkan keringat untuk mendinginkan diri. Namun, jika Anda berada di tempat panas dan kulit Anda justru terasa kering, memerah, serta terasa panas saat disentuh, itu adalah alarm bahaya bahwa sistem pengatur suhu tubuh Anda mulai kewalahan.

  1. Kram Otot dan Lemas Berlebihan

Kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui keringat dapat mengganggu fungsi otot. Hal ini sering kali ditandai dengan kram tiba-tiba di bagian kaki atau perut, disertai rasa lemas yang luar biasa meskipun Anda tidak sedang melakukan aktivitas berat.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mulai merasakan gejala-gejala di atas, segeralah mencari tempat yang teduh atau ber-AC, kendurkan pakaian yang ketat, dan minum air putih secara perlahan. Jangan tunggu sampai kondisi memburuk.

Lantas, bagaimana bagi masyarakat yang harus tetap aktif bergerak atau ingin tetap berolahraga di tengah cuaca gerah seperti sekarang ini? Simak tips aman berolahraga di cuaca panas pada artikel seri bagian kedua.

(Herli Nirwana/cc)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles