Bogor | Jurnal Bogor
Minat masyarakat terhadap urban farming atau pertanian perkotaan terus meningkat seiring kebutuhan pangan sehat dan produktivitas di lahan terbatas. Menjawab tren tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Bertani on Cloud (BOC) Vol.352 mengangkat tema “Panen Buah dan Peluang Usaha Tabulampot di Era Urban Farming” yang digelar secara daring dan disiarkan langsung dari Ciawi oleh Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP), Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami bahwa keterbatasan lahan di perkotaan bukan menjadi penghalang dalam bertani. Melalui budidaya tanaman buah dalam pot atau tabulampot, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumah tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga sebagai peluang usaha yang menjanjikan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa sektor pertanian harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, termasuk menjawab kebutuhan masyarakat urban melalui konsep pertanian modern yang fleksibel dan produktif.
Menurutnya, pertanian tidak lagi identik dengan lahan luas di pedesaan, tetapi juga dapat tumbuh di lingkungan rumah tangga sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan keluarga dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa akses pembelajaran pertanian perlu terus diperluas agar semakin mudah dijangkau masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital melalui kegiatan seperti Bertani on Cloud menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pembelajaran pertanian yang praktis, aplikatif, dan dapat diikuti peserta dari berbagai daerah.
Dalam sesi materi, narasumber Heri Ashari membagikan pengalaman seputar budidaya tabulampot, mulai dari teknik pemilihan bibit, media tanam, perawatan, pemupukan, hingga strategi pengembangan usaha berbasis tanaman buah dalam pot.
Menurutnya, selain menjadi solusi bercocok tanam di lahan terbatas, tabulampot juga memiliki potensi ekonomi yang cukup besar. Tingginya minat masyarakat terhadap tanaman produktif dan estetika pekarangan menjadi peluang pasar yang terus berkembang.
Sementara itu, Kepala BBPMKP Sukim Supandi menyampaikan bahwa program Bertani on Cloud merupakan salah satu inovasi pembelajaran yang dikembangkan untuk memperluas akses pengetahuan dan keterampilan pertanian bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa model pelatihan saat ini harus semakin adaptif, mudah diakses, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk generasi muda yang mulai tertarik pada pertanian modern dan urban farming.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian berharap semakin banyak masyarakat terdorong memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang mendukung peningkatan ekonomi keluarga. ( Restu /BBPMKP)


