Ciawi | Jurnal Bogor
Kementerian Pertanian melalui Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), terus memperkuat regenerasi petani melalui pengembangan kapasitas generasi muda yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pemilihan Young Ambassador Agriculture (YAA), Duta Brigade Pangan Inspiratif, dan Duta Polbangtan/PEPI Tahun 2026 yang digelar pada 19–21 Mei 2026 di Kompleks Surya, BBPMKP Ciawi, Bogor.

Pembangunan pertanian nasional membutuhkan dukungan SDM unggul dari kalangan generasi muda. Generasi muda dinilai memiliki peran penting sebagai pelaku utama pertanian modern untuk menjaga ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan nasional.
Sektor pertanian juga dinilai semakin prospektif di tengah meningkatnya kebutuhan pangan global. Karena itu, generasi muda didorong melihat pertanian sebagai sektor masa depan yang memiliki peluang usaha dan nilai ekonomi tinggi.
Di sisi lain, pembangunan pertanian nasional menunjukkan tren positif. Produksi padi nasional tercatat mencapai 34,69 juta ton, stok beras nasional di Bulog mencapai 5,3 juta ton, serta Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, yakni 125.
Meski demikian, sektor pertanian tetap menghadapi tantangan, mulai dari perubahan iklim, potensi El Nino, konversi lahan produktif, hingga dinamika geopolitik global yang memengaruhi stabilitas pangan dunia.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan bahwa regenerasi petani menjadi langkah penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar ajang penganugerahan, tetapi juga ruang untuk menyiapkan generasi muda sebagai penggerak pertanian Indonesia di masa depan.
“Sore ini bukan sekadar penganugerahan, tetapi tentang harapan dan masa depan pertanian Indonesia. Kami melihat begitu banyak generasi muda hebat yang siap menjadi penggerak perubahan di sektor pertanian,” ujar Arsanti.
Ia menambahkan, pembangunan pertanian membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda yang mau belajar, berinovasi, dan berani mengambil peran di sektor pertanian.
“Melalui ajang Young Ambassador Agriculture, Duta Brigade Pangan Inspiratif, dan Duta Polbangtan/PEPI ini, kami ingin melahirkan generasi muda pertanian yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menjadi inspirasi dan penggerak di tengah masyarakat,” katanya.
Menurut Arsanti, pemerintah juga terus memperkuat ekosistem pertanian modern bagi generasi muda melalui akses pembiayaan, penguatan kapasitas, hilirisasi produk, hingga perluasan pasar ekspor.
“Petani milenial Indonesia saat ini telah berhasil menembus pasar ekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, hingga Kanada. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia mampu menjadi pelaku utama pertanian modern yang berdaya saing global,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang pembinaan generasi muda pertanian agar mampu menjadi role model sekaligus mitra strategis Kementerian Pertanian dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Menurutnya, melalui kegiatan ini BPPSDMP berupaya menghadirkan figur muda pertanian yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga karakter, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, kreativitas, serta semangat menjadi penggerak pembangunan pertanian Indonesia.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai pembekalan dan penilaian, meliputi penguatan kepemimpinan, public speaking, personal branding, promosi pertanian digital, hingga pemaparan gagasan usaha pertanian.
Peserta kegiatan terdiri atas 30 finalis Young Ambassador Agriculture dari 20 provinsi, 15 finalis Duta Brigade Pangan Inspiratif dari 15 provinsi, serta 14 finalis Duta Polbangtan/PEPI yang merupakan perwakilan mahasiswa terbaik Polbangtan dan PEPI lingkup Kementerian Pertanian.
Selain ajang pemilihan duta, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi Persiapan Program YESS-SI Tahun 2027–2030 sebagai bagian dari penguatan regenerasi petani dan pengembangan kewirausahaan muda pertanian.
Pada puncak kegiatan diumumkan 20 Young Ambassador Agriculture Tahun 2026, tiga terbaik Duta Brigade Pangan Inspiratif Tahun 2026, serta Duta Polbangtan/PEPI Nasional Tahun 2026.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya generasi muda pertanian yang mampu menjadi penggerak pertanian modern sekaligus penerus pembangunan pertanian Indonesia.
(Restu /BBPMKP)


