30 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img

Phytochemindo Targetkan Kemandirian Ekstrak Bahan Alam

Bogor | Jurnal Bogor

PT Phytochemindo Reksa meresmikan Pabrik Klapanunggal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional. Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri ekstrak bahan alam Indonesia yang berbasis riset dan berdaya saing global.

Peresmian dilakukan Direktur Utama Patrick Kalona bersama Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI, serta perwakilan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perindustrian.

Pabrik Klapanunggal berdiri di atas lahan seluas 23.235 meter persegi yang mencakup fasilitas produksi, laboratorium riset, dan gudang terintegrasi. Fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi fondasi operasional perusahaan untuk 20 tahun ke depan dengan standar produksi guna menjamin kualitas, keamanan, dan konsistensi produk.

Direktur Utama PT Phytochemindo Reksa, Patrick Kalona, mengatakan pembangunan pabrik tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang perusahaan dalam membangun kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional berbasis riset.

“Peresmian Pabrik Klapanunggal bukan hanya tentang pembangunan fasilitas produksi, tetapi merupakan wujud komitmen kami dalam membangun kemandirian ekstrak bahan baku alam nasional berbasis riset,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (12/5).

Ia menambahkan, herbal Indonesia memiliki potensi besar menjadi solusi kesehatan global apabila dikembangkan dengan pendekatan ilmiah yang kuat dan berkelanjutan.

Pabrik tersebut dibangun dari fondasi riset yang telah dimulai sejak 1978 dan telah mengantongi sertifikasi Cara Pembuatan Obat Bahan Alam yang Baik (CPOBAB) tertinggi dari BPOM. Kehadiran fasilitas itu diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku farmasi, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, dan pangan olahan.

Produk unggulan PT Phytochemindo Reksa, seperti ekstrak kunyit dan ekstrak temulawak, telah diekspor sejak 1992 ke lebih dari 16 negara. Perusahaan kini memiliki lebih dari 300 produk berbasis bahan alam.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI, Mohamad Kashuri, mengatakan pemerintah terus mendorong penguatan industri farmasi berbasis riset dan inovasi.

“Peresmian Pabrik Klapanunggal ini mencerminkan kemajuan signifikan industri obat bahan alam di Indonesia. Kami melihat komitmen kuat dari PT Phytochemindo Reksa dalam menerapkan standar CPOBAB secara konsisten,” katanya.

Selain memperkuat kapasitas produksi, perusahaan juga mengembangkan inovasi melalui kolaborasi dengan sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sanata Dharma, dan Universitas Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, perusahaan juga meluncurkan buku biografi pendiri perusahaan, Wim Kalona, berjudul Meracik Resep Kehidupan Tegas.

Peluncuran buku tersebut dilakukan dalam rangka memperingati 110 tahun kelahiran pendiri perusahaan sekaligus menjadi refleksi perjalanan panjang perusahaan dalam mengembangkan industri ekstrak bahan alam berbasis inovasi.n Fredy Kristianto

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles