Cisarua | Jurnal Bogor
Warga Desa Kopo, Kecamatan Cisarua dan Desa Cipayung dan Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung menagih janji Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk segera membangun Jembatan Leuwi Ceot.
Setahun lalu, Maret 2025, Rudy Susmanto sempat berjanji di hadapan masyarakat akan memperbaiki Jembatan Leuwi Ceot secara permanen tahun 2026. Janjinya diucapkan saat ia meresmikan jembatan rawayan (jembatan sementara) akibat jembatan jembatan lama hancur dan putus tergerus banjir bandang.
Tuntutan warga ini dicurahkan warga dalam aksi unjukrasa di jembatan rawayan pada Sabtu, 9 Mei 2026. Aksi warga diikuti para tokoh masyarakat, Ketua RT dan RW, tokoh pemuda, ibu-ibu, hingga anak-anak.
“Kami berkumpul di sini menagih janji Bupati Bogor Pak Rudy Susmanto yang berjanji setahun lalu bahwa akan membangun jembatan secara permanen tahun 2026. Kami hanya meminta kejelasan, bulan berapa akan dibangun tahun 2026 ini,” ungkap Ketua RW 05 Kampung Cijulang Desa Kopo, Opay.
Ketua RT 02 Kampung Cijulang, Udu, menjelaskan mobilitas ribuan warga sangat terdampak akibat Jembatan Leuwi Ceot putus karena mayoritas warga banyak beraktivitas menuju Jalan Raya Puncak.
“Kami bukan menolak jembatan sementara yang sekarang, tapi saat ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua dan pejalan kaki. Kondisi jembatan sementara ini sudah banyak yang rusak. Tali sling jembatan sering putus, banyak kayu alasnya juga patah. Warga juga yang memperbaikinya secara swadaya. Sudah puluhan pengendara motor yang kecelakaan akibat jembatan yang bergoyang dan licin,” jelasnya.
Aki warga tersebut mendapat dukungan dari Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS).
“Jembatan Leuwi Ceot ini sangat vital bagi masyarakat yang menghubungkan dua kecamatan terutama bagi anak sekolah, pedagang, dan kaum pekerja. Kami ikut mendesak kepada pemerintah agar segera membangun jembatan permanen karena jembatan rawayan ini umurnya sementara,” tegas Ketua AMBS, Muhsin.
Selain ke Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar, AMBS juga mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane Kementerian PUPR untuk segera bertanggung jawab membangun Jembatan Leuwi Ceot secara permanen.
“Masa untuk pembangunan Bendung Ciawi saja yang ratusan miliar tapi tidak ada fungsinya bisa, ini sekadar jembatan yang sangat darurat yang dirasakan langsung manfaatnya untuk masyarakat kok lama,” timpal Sekjen AMBS, Ajet Basuni.
AMBS dan warga mengancam akan menggeruduk Kantor Bupati Bogor jika tuntutan warga tidak digubris dan mendapatkan kepastian akan pembangunan jembatan.
** Dadang Supriatna


