22.9 C
Bogor
Saturday, July 13, 2024

Buy now

spot_img

Penguatan Bank Sampah Melalui KRL RW 06 Desa Sukajaya

Jurnal Bogor – Kuantitas sampah yang semakin meningkat yang dihasilkan oleh masyarakat memerlukan solusi yang efektif dan berkesinambungan. Hal Ini merupakan salah satu isu yang semakin mendesak. Salah satu solusi yang telah terbukti berhasil di beberapa wilayah Kabupaten Bogor.

Khususnya adalah pendirian Bank Sampah melalui Kampung Ramah Lingkungan (KRL). Bank Sampah Pada Dasarnya bukan hanya sebagai tempat penampungan sampah, namun juga sebagai upaya untuk mengelola sampah secara efisien, menjaga lingkungan, dan memberikan dampak positif pada ekonomi lokal.

Pada Pukul 08.00 WIB pagi, pengurus Bank Sampah Saur Alam RW 06, Desa Sukajaya, Kecamatan Tamansari, memulai aktifitasnya menjemput sampah ke rumah-rumah penduduk dengan door to door. Mereka menghimpun lalu memilah dan menimbang sampah tersebut dengan teliti.

Ketua KRL Saur Alam, Asep Suryana mengatakan, KRL Saur Alam bekerja sama dengan pengepul sampah yang mempunyai sarana pengelolaan sampah. Secara berkala, warga menyerahkan sampah yang telah disortir kepada pengepul sampah.

“Pengepul sampah akan berkunjung ke lokasi pengumpulan yang telah disepakati yaitu Paud Kampung Babakan RT 03/06. Lalu Pengepul menimbang sampah yang telah disortir oleh Pengurus Bank Sampah KRL Saur Alam dan mencatatnya kedalam buku,” ungkapnya.

Setiap sampah yang ditimbang akan dinilai sesuai kategori sampah. Masing-masing kategori mempunyai harga beli. Selanjutnya hasil penjualan sampah tersebut ditabung, dan secara berkala akan dikembalikan ke masyarakat yang terlibat dalam bentuk barang keperluan sehari-hari.

“Program bank sampah ini merupakan wujud dari Program Kampung Ramah Lingkungan yang menjadi salah satu agenda kegiatan KRL Saur Alam RW 06 Desa Sukajaya,” tambah Asep.

Pendamping KRL Atikah menyampaikan, konsep KRL, dimana masyarakat dilibatkan secara aktif untuk berpartisipasi dalam pengelolaan sampah dengan menyortir sampahnya menjadi beberapa kategori seperti plastik, kertas, logam dan organik. Setelah itu, sampah-sampah tersebut diantar ke Bank Sampah yang kemudian melakukan proses pengelolaan lebih lanjut

“Bank Sampah menjadi instrumen penting dalam partisipasi Masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan ekonomi lokal Serta perubahan prilaku masyarakat desa,” pungkasnya.

(Yudi)

Related Articles

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles