Home Edukasi Kerinduan Terhadap Kedua Orang Tua

Kerinduan Terhadap Kedua Orang Tua

JURNAL Inspirasi – Sangat mengharukan adegan kerinduan rasa cinta dan kasih sayang 2  orang pemuda yang sedang menunggu kedatangan ayah dan ibu kandungnya. Mereka berdua, bertemu dengan keduanya tidak sabar lagi, ingin cepat-cepat memeluk, mencium  (kening dan kakinya) dan mendekapnya di ruang kedatangan bandara.

Kedua orang pemuda ganteng itu, nampaknya sudah lama tak bersua dan tidak berkumpul dengan ayah dan ibu, entah penyebab apa?saya pun tak tahu pasti, karena narasi cerita “caption” tidak begitu jelas di layar Hpku.

Saya hanya bisa berimaginasi, begitulah berbahagianya, terharunya seorang anak, ketika bertemu dengan orangtua kandung yang mereka sayangi dan cintai.

Walaupun kata orang “sayang ibu dan ayah terhadap anaknya sepanjang jalan, sedangkan sayang anak kepada ayah dan ibu sebatas mata memandang”. Ungkapan tersebut sangatlah salah dan keliru, dan tidak berlaku bagi anaknya yang sholeh-sholehah, nan berakhlaq mulia sebagaimana bunyi firman Allah SWT dalam Al Quran dan hadist nabi Muhammad SAW.

Bahwa kedua orang kita wajib kita muliakan sepanjang keduanya masih hidup, dan kita selalu mendoakannya, berkirim doa untuk keselamatan mereka di akhirats apabila mereka telah wafat, meninggalkan kita anak-anaknya.

Syukron mas Enomy, saya sungguh terharu dan tanpa sadar saya meneteskan air mata, melihat dan menghayati peristiwa kerinduan penting tsb.

Barang kali, setiap kita yang pernah kuliah di kampus Rakyat IPB Bogor, kita merantau, meninggalkan kampung halaman dan  rumah tempat tinggal orangtua kita, pernah merasakan hal seperti itu. Begitu rindunya hati ini untuk bertemu dan bersyujud dihadapannya.

Di perantauan kita semasa berstatus mahasiswa, kuliah di IPB Bogor, selalu  terkenang dengan orang-orang yang kita mulia dan cintai yakni ibu dan ayah kita. Dari kejauhan di rantau orang, sebagai anak yang menyayangi  ayah dan ibu kita, terkadang-kadang terbayang-bayang wajahnya, disaat suasana hati kita yang susah atau senang. Untuk ayah ingat syair dan lagu “ayah” yang didendangkan seniman terkenal Ebit G AD, sedangkan untuk ibu, ingat lagu “Bunda” yang diciptakan Melly Guslaw. Kedua lagu tersebut sering saya nyanyikan dalam kesendirian dan kesunyianku, untuk melepas rindu buat ayah dan ibuku.

Saya sendiri pernah mengalami hal, event seperti itu, sehingga ketika menonton video di medsos yang telah dishare oleh mas Ketu Samudera Enomy, saya menjadi teringat dengan orangtua yang telah tiada, dengan segala keharuan.

Kita hanya dapat berdoa, semoga keselamatan bagi kedua orangtua kita dalam kehidupannya, baik mereka di dunia yang masih hidup, maupun yang telah berpulang kerahmatullah di alam akhirats, hendaknya mereka selalu selamat,  berbahagia, dan dalam naungan rahmat dan kasih sayangnya Allah SWT, Aamin3 YRA.

Marhaban Ya Ramadhan 1445 H, semoga ibadah shaum kita diterima Allah SWT. Insya Allah kita juga senantiasa dalam keadaan sehat walaffiat tak kurang sesuatu apa, selamat dan berbahagia

Ciawi Bogor, 20 Maret 2024
Wassalam

====✅✅✅

Dr Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Dosen, Konsultan, Pegiat dan Pengamat Sosial)

Exit mobile version