Home Ekbis Bolen Karaos Miliki Khas Tersendiri

Bolen Karaos Miliki Khas Tersendiri

Bolen Karaos

Bogor | Jurnal Bogor
Bagi pecinta bolen atau yang menyukai kudapan, salah satu kuliner yang harus dicoba adalah Bolen Karaos yang diprodukasi di daerah Bogor Barat, tepatnya di Lebaksari, Dramaga, Kabupaten Bogor. Bolen industri rumahan ini memiliki khas tersendiri.

“Bolen umumnya pasti enak dan kami memiliki bolen dengan ukuran sangatlah cukup besar 60 gram dan teksturnya khas,” ujar Ikbal Saputra, Pemilik Usaha Bolen Karaos.

Bahkan untuk memuaskan pelanggan, Bolen Karaos telah mengembangkan jenisnya selain bolen, ada juga Mak Pia dan Croissant dengan beragam harga dan ukuran. Sedangkan untuk mengembangkan usaha bolen ini, Ikbal Saputra menjualnya di toko kue, pasar tradisional, toko oleh-oleh, kantin sekolah, koperasi kantor, konsumen off-line dan online, serta retail kanvas.

Sedangkan bolen sendiri berbeda dengan molen. Dua camilan ini memang lezat dan membuat ketagihan saat melahapnya. Berbahan dasar buah pisang, kedua kudapan ini sama-sama dibalut dengan adonan tepung mirip Crepe khas Perancis. Dari sisi nama, molen dan bolen juga hanya dibedakan dari satu huruf di depannya. Meski namanya hampir sama dan isinya juga sama. Molen pisang memiliki bentuk lucu seperti keong, dan banyak dijajakan di pinggir jalan. Kulit molen terbuat dari tepung terigu, margarin, gula, vanili, dan air es.

Kemudian adonan tersebut dililitkan pada potongan buah pisang, dan dimasak dengan cara digoreng. Sementara bolen, kulitnya terbuat dari adonan pastry. Di antaranya tepung terigu, margarin, air, gula pasir, dan korsvet. Isiannya pun tak hanya pisang, melainkan terdapat tambahan keju, coklat, dan sebagainya.

Namun berbeda dengan molen yang dimasak dengan cara digoreng, proses pematangan bolen dipanggang di dalam oven. Perbedaan lain yang membedakan molen dan bolen adalah tempat dijualnya kedua kudapan ini. Pisang molen biasa dijual per buah bersamaan dengan aneka gorengan lainnya. Di antaranya bala-bala, gehu, tempe goreng, onde-onde, dan sebagainya.

Sementara bolen dijadikan makanan oleh-oleh dari suatu daerah. Kudapan ini awalnya banyak ditemukan di Bandung, Jawa Barat, dan dijadikan oleh-oleh khas daerah tersebut. Dari sisi harga, bolen cenderung lebih mahal dibandingkan molen. Harga pisang molen biasanya berkisar Rp 1000 sampai Rp 2.000 per biji, sedangkan bolen dijual mulai harga Rp 30 sd 50 ribu per 12 pcs.

(Wawan Hermawanto)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version