RSUD Leuwiliang Beri Pelatihan BHD dan Kebersihan Tangan Terhadap Siswa SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo

0
Tim dari RSUD Leuwiliang berpose bersama siswa-siswi SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo pada Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan kebersihan tangan.

Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Ratusan siswa siswi SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo di Jalan Raya Cibeber, Desa Sibanteng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mendapatkan pelatihan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan kebersihan tangan dari RSUD Leuwiliang.

Pelatihan tersebut diberikan langsung RSUD Leuwiliang dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 dengan menerjunkan dr. Dini Zuriana, Sp. A dan Raden Mas Bagus Kasatrio.

Kegiatan RSUD Leuwiliang yang melibatkan seluruh siswa siswi SMK Kesehatan itu, mulai dari kelas 1 sampai kelas 3 dengan jumlah siswa kurang lebih 340 mengikuti kegiatan tersebut dengan sangat antusias.

Siswa siswi itupun tidak malu-malu mengikuti gerakan yang diajarkan oleh dokter bagaimana caranya memberikan bantuan BHD dan cara mencuci tangan yang baik dan benar.

“Pelatihan bantuan hidup dasar (BHD) ini sebagai bentuk pengabdian profesi dan juga pengabdian RSUD Leuwiliang kepada masyarakat sekitar,” ujar dr. Dini Zuriana saat di lokasi acara, Sabtu (18/11/2023).

Selain itu, lanjut dr. Dini Zuriana apa yang dilakukannya hari ini, untuk memberikan edukasi tentang pentingnya penanganan pertama kepada keluarga atau orang disekitar yang mengalami henti jantung.

“Jadi kami memberikan edukasi kepada masyarakat sejak dini khususnya bagi siswa siswi agar mereka tahu dan bisa melakukan BHD ini kepada orang terdekatnya, bagaimana cara menolongnya atau membantu orang yang mengalami henti jantung,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut, hadir pula dokterlainya seperti, dokter spesialis juga 10 dokter Koas dari Universitas UPN Jakarta, perawat dari PPNI, Komite Keperawatan RSUD Leuwiliang dan Perawat dari komite PPI.

Sekedar informasi, keadaan henti jantung saat ini menjadi penyebab tertinggi kasus kematian di berbagai belahan dunia.

Henti jantung dapat terjadi kapan saja, di mana saja, dan disebabkan oleh berbagai kondisi dan lingkungan yang beragam. Oleh karena itu, dibutuhkan serangkaian tindakan guna mencegah kematian yang diakibatkan oleh henti jantung.

Untuk melakukan pertolongan terhadap kejadian ini, diperlukan sebuah teknik untuk menolong nyawa pasca henti jantung. Teknik ini dinamakan dengan Bantuan Hidup Dasar (BHD).

Bantuan ini tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan, namun setiap warga pada umumnya dapat melakukan BHD ini dengan mempelajari langkah-langkahnya seperti yang dilakukan tim RSUD Leuwiliang kepada siswa SMK Kesehatan Prof. Dr. Moestopo.

(yev/rls)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here