Home Potret Desa Ngabuburit Sambil Main Kolecer Khas Warga Sukamakmur

Ngabuburit Sambil Main Kolecer Khas Warga Sukamakmur

Warga ngabuburit sambil main kolecer

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Warga Desa Cibadak, Sukamakmur, Kabupaten Bogor memiliki kebiasaan tersendiri dalam menghabiskan waktu sore jelang buka puasa atau ngabuburit saat Ramadhan. Kontur wilayah yang merupakan dataran tinggi dan berbukit tersebut membuat warga memilih memainkan Kolecer (baling-baling) di beberapa titik puncak bukit. 

Kolecer merupakan baling-baling yang ditancapkan ke tanah dengan ketinggian tertentu yang dapat mengeluarkan suara pada saat tertiup angin kencang pegunungan.

“Kalau ngabuburit disini ada beberapa lokasi yang memang dijadikan tempat berkumpul untuk melihat atau memainkan kolecer,” kata salah satu warga Sukamakmur, Ismet kepada Jurnal Bogor, Rabu (12/4/23).

Menurut dia, selain kolecer, ngabuburit dilakukan warga sekaligus untuk melihat pemandangan pegunungan di wilayah Sukamakmur yang memang sangat indah. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang berkumpul di area puncak bukit untuk menikmati pemandangan alam yang masih asri.

“Tidak hanya anak remaja, banyak pula orang tua yang membawa anaknya untuk menikmati suasana sore di wilayah perbukitan yang sebagian besar masih kosong dari pembangunan ini. Hembusan angin yang jauh dari polusi di kawasan ini juga menambah suasana sehingga membuat pengunjung betah,” kata Ismet.

Kencangnya angin pegunungan inilah yang dimanfaatkan oleh para penghobi baling-baling bambu atau disebut kolecer untuk memainkan kolecer. Hal itu pun menjadikan ngabuburit di wilayah Sukamakmur memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan wilayah lain di Bogor Timur.

Ismet mengaku hampir setiap hari bersama putranya memainkan dan melihat kolecer di puncak bukit. Kolecer tersebut dipasang di puncak bukit dengan menggunakan bambu.

Bahkan sesekali Ismet juga menyerut bagian kolecer buatannya itu menggunakan pisau yang ia bawa. Setelah mendekati waktu maghrib, Ismet kembali membawa kolecer tersebut ke rumahnya. 

“Biasanya saya lihat tergantung kondisi anginnya. Kalau bagus, besok kesini lagi,”  tandasnya.

** Taufik /Nay 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version