Home News “Genta Organik” Solusi Pupuk Mahal, Kementan Latih Lebih Dari Satu Juta Petani...

“Genta Organik” Solusi Pupuk Mahal, Kementan Latih Lebih Dari Satu Juta Petani dan Penyuluh

Bogor | Jurnal Bogor

Lebih dari satu juta petani dan penyuluh di seluruh pelosok Indonesia mengikuti pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh yang digelar oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP), dibuka pada Kamis (16/03/2023) di Makassar. Tercatat lebih dari 1.800.000 petani dan penyuluh terdaftar dalam pelatihan tersebut.

Genta Organik merupakan program andalan Kementerian Pertanian yang baru-baru ini dilaunching sebagai alternatif solusi kelangkaan dan harga pupuk mahal dengan mengkombinasikan pemakaian pupuk organik/hayati dan kimia dengan porsi yang berimbang.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo mengatakan, salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat produktivitas hasil pertanian di Indonesia adalah ketersediaan dan kecukupan pupuk anorganik.

“Sampai saat ini, untuk memenuhi ketersediaan dan kecukupan pupuk organik sangat sulit dan mahal karena beberapa bahan bakunya masih tergantung impor dari negara lain,” kata Menteri Syahrul.

Seperti diketuahui, ketersediaan pupuk dalam negeri saat ini belum bisa memenuhi kebutuhan para petani. Karenanya, Mentan mengimbau agar mengoptimalkan pemakaian pupuk organik dalam menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.

“Kita besok berharap produksi kita akan meningkat jauh bahkan melonjak dari sebelumnya. Caranya satu, perbaiki pupuk kita sekarang jangan pakai pupuk kimia saja, tetapi lebih pupuk organik”, kata Mentan SYL.

Meski demikian, sambung Mentan SYL, pemakaian pupuk kimia masih dapat ditoleransi asalkan tidak berlebihan.

“Kalau mau pakai pupuk kimia tidak perlu banyak, sehingga efek sampingnya bisa dikurangi”, sambung Mentan SYL.

Dia berharap melalui Genta Organik, kebutuhan pangan tetap terjaga dan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi, penghasil devisa negara, sumber pendapatan utama rumah tangga petani, dan penyedia lapangan kerja.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan, pihaknya akan membangun 1.020 titik demplot pembuatan pupuk organik, pupuk hayati, pembenah tanah, dan pestisida alami.

“Ini akan menjadi tempat pembelajaran petani dalam mengembangkan sistem produksi pertanian yang mengandalkan bahan-bahan alami, sehingga dapat mengimplementasikan dan menerapkannya secara mandiri di lahan usaha taninya,” tutur dia.

Dedi pun meyakini Genta Organik mampu menjadi solusi jitu dalam mengatasi kelangkaan dan harga pupuk mahal.

“Dengan memaksimalkan pupuk organik dan pupuk hayati, pembenah tanah, dan pestisida nabati yang dapat dibuat oleh petani sendiri, kemudian dikombinasikan dengan penggunaan pupuk kimia berimbang, permasalahan pupuk akan dapat diatasi dan produktivitas pertanian akan meningkat”, ucap Dedi.

Selanjutnya Dedi berharap seluruh petani dapat mengetahui dan mengimplementasikan “Genta Organik”

“Solusi ini harus diberitahukan kepada petani untuk menggenjot produktivitas pertanian kita”, lanjut Dedi.

Melalui Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol 5, petani akan dibekali pengetahuan dan pemahaman mengenai Program Genta Organik. Pelatihan tersebut juga sekaligus tahapan capacity building yang dilakukan Kementan agar para petani memiliki pemahaman, kemampuan, dan kamuauan untuk mengimplementasikan inovasi dan teknologi pertanian dalam rangka menggenjot produktivitas pertanian.

Pelatihan digelar selama tiga hari pada Kamis (16/03/2023) hingga Sabtu (18/03/2023) secara hybrid dengan menggandeng Komando Daerah Militer (Kodam) XIV Hasanuddin sebagai energi baru dalam mengakselerasi pertanian yang lebih baik.

Saat ini, Pelatihan Sejuta dan Penyuluh telah menembus angka 11 juta peserta. Pelatihan ini memiliki efektivitas dan anusiasme tinggi dari para peserta.

** Nita/PPMKP

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version