25.6 C
Bogor
Friday, June 14, 2024

Buy now

spot_img

Apakah Gangguan Bipolar Penyakit Seumur Hidup?

Bogor | Jurnal Bogor

Gangguan bipolar adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami, misalnya, perubahan suasana hati yang fluktuatif dan hebat dan tiba-tiba merasa sangat bahagia setelah pengalaman sedih sebelumnya. Nama lain untuk gangguan bipolar adalah manik depresif.

Gangguan bipolar memiliki dua episode yaitu episode manik (fase atas) dan episode depresi (fase bawah). Selama periode mania, pasien menjadi sangat gelisah, energik dan berbicara dengan cepat. Sedangkan pada saat depresi, penderita tampak sedih, lesu dan kehilangan minat untuk beraktivitas sehari-hari. 

Perubahan suasana hati yang tiba-tiba ini dapat memengaruhi pola tidur, tingkat energi, aktivitas, perilaku, dan keterampilan berpikir. Gangguan bipolar adalah penyakit seumur hidup. Artinya, gangguan jiwa tidak bisa disembuhkan secara tuntas. Namun, gejalanya dapat diobati dengan baik dengan terapi dan pengobatan. 

Menurut laman Halodoc.com Penyebab Gangguan Bipolar
Beberapa ahli menyatakan bahwa kondisi ini disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmiter, atau zat yang mengatur fungsi otak. Ada juga yang mengklaim bahwa gangguan bipolar adalah keturunan. 

Beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan bipolar adalah:

Mengalami stres tingkat tinggi.
Pengalaman traumatik.
Kecanduan minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang.
Memiliki riwayat keluarga dekat (saudara kandung atau orangtua) yang mengidap gangguan bipolar.

Jenis-Jenis Gangguan Bipolar
Gangguan bipolar dibedakan dalam beberapa jenis, yaitu:

  1. Gangguan bipolar I
    Jenis ini adalah gangguan bipolar yang paling parah. Pengidap setidaknya mengalami satu periode mania dalam hidup. Episode itu mungkin ekstrem dan berbahaya. Pengidap juga mungkin mengalami depresi.
  2. Gangguan bipolar II
    Gejala gangguan bipolar II mungkin terlihat mirip dengan bipolar I, tapi jenis ini selalu memiliki episode depresi dengan hipomania sesekali. Gangguan bipolar II bukanlah jenis yang ringan, sebab beberapa pengidapnya seringkali mengembangkan gejala gangguan bipolar I.
  3. Gangguan siklotimik
    Gangguan ini merupakan jenis gangguan bipolar yang tergolong langka. Tingkat keparahannya mungkin tidak seperti bipolar I dan II. Namun gangguan siklotimik dapat berdampak besar pada kehidupan pengidapnya.

Kamu mungkin mengalami periode gejala hipomania yang lebih singkat dan gejala depresi periode singkat. Gangguan siklotimik juga dapat berkembang menjadi bipolar I dan bipolar II.

  1. Gangguan bipolar campuran
    Apabila dokter menambahkan “campuran” dalam diagnosa gangguan bipolar, maka artinya kamu mengalami mania dan depresi selama episode yang sama. Misalnya, kamu mungkin memiliki energi tinggi dan sulit tidur, tapi pada saat yang sama juga merasa putus asa atau memiliki pikiran untuk bunuh diri.
  2. Bipolar musiman
    Mengutip WebMD, sekitar 25 persen orang dengan gangguan bipolar memiliki pola depresi musiman. Jika gangguan bipolar memiliki ciri musiman, pengidap akan mengalami episode depresi pada musim gugur atau musim dingin. Misalnya, pengidap bipolar I akan mengalami mania pada musim semi atau musim panas, sedangkan pengidap bipolar II akan mengalami hipomania selama bulan-bulan tersebut.
  3. Bipolar dengan siklus cepat
    Seseorang mungkin menerima diagnosis bipolar I atau II “dengan siklus cepat”. Artinya, kamu memiliki empat atau lebih episode mania, hipomania, atau depresi dalam rentang waktu 12 bulan. Perubahan suasana hati dapat terjadi selama beberapa jam atau hari.

Jika suasana hati berubah empat kali dalam sebulan, maka kondisi tersebut disebut dengan “ultra rapid cycling”. Meski begitu, tidak ada pola khusus selama periode ultra rapid cycling. Sebab, itu bisa terjadi kapan saja selama adanya gangguan.

** Siti Padilah/mg-jb

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles