Home News Kementan Siapkan Regenerasi Petani Berdaya Saing Lewat Program Magang Taiwan

Kementan Siapkan Regenerasi Petani Berdaya Saing Lewat Program Magang Taiwan

Ciawi | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian terus mendorong lahirnya regenerasi petani sebagai tonggak utama pembangunan pertanian saat ini serta meningkatkan minat generasi muda untuk menekuni sektor pertanian,

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan transformasi ke era digital saat ini semakin mendorong percepatan pembangunan pertanian Indonesia, oleh karenanya dibutuhkan perubahan mindset, dari pertanian tradisional ke arah modern. Untuk itu, Kementan berupaya mengubah pola pikir generasi muda bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan, terlebih di tengah pandemi.

“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, alsintan, jejaring hingga jejaring pemasaran ” kata Mentan SYL.

Sejurus dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) membekali kapasitas para petani generasi muda Program Magang Taiwan Tahun 2022.

Program yang inisiasi oleh BPPSDMP ini berfokus pada peningkatan kapasitas pemuda tani di bidang pertanian sehingga diharapkan peserta dapat menjadi petani muda andalan di daerahnya serta dapat menghasilkan produk berorientasi ekspor atau pelaku ekspor itu sendiri setelah kembali dari Taiwan.

Peserta (petani muda) akan mengikuti program magang selama satu tahun dengan opsi perpanjangan selama satu tahun di Taiwan, belajar mengenai bisnis pertanian, budaya Taiwan, serta kemampuan Bahasa Inggris sehingga siap menjadi petani muda andalan pembangunan pertanian Indonesia

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi dalam kesempatan membuka Pelatihan Program Magang Taiwan, Senin (19/12) mengatakan bahwa saat ini jumlah petani muda Indonesia tidak lebih dari 30 persen, oleh karenanya, Ia mendorong untuk segera melakukan regenerasi petani

“Petani milenial di Indonesia jumlahnya hanya 29 persen. Sisanya lebih dari 70 persen petani kita adalah usia kurang produktif. Oleh karena itu, mau tidak mau, suka tidak suka, siap tidak siap regenerasi petani harus dilakukan saat ini juga”, kata Dedi.

Selanjutnya, di depan puluhan peserta, Dedi menegaskan bahwa petani milenial merupakan andalan dan garda terdepan pembangunan pertanian

“Sekali lagi, tugas pembangunan pertanian yang strategis itu tidak bijaksana kita bebankan pada petani yang usianya kurang produktif, kalianlah andalan pembangunan pertanian kita. Petani milenial harus siap tampil di depan di dalam garda pembangunan pertanian”, tegas Dedi.

Sebelum keberangkatan Program Magang Taiwan, peserta terlebih dahulu mendapatkan pelatihan pemantapan di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) selama 7 hari, dari tanggal 18 hingga 24 Desember 2022 mendatang.

** Nita/PPMKP

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version