Home News Miliki Tunggakan, SMP Bina Bangsa Mandiri Tahan Ijazah

Miliki Tunggakan, SMP Bina Bangsa Mandiri Tahan Ijazah

Murid tak Bisa Melanjutkan Sekolah ke Jenjang Berikutnya 

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

M (50), seorang ibu mengeluhkan penahanan ijazah putranya oleh pihak sekolah di SMP Bina Bangsa Mandiri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Iya, ijazah SMP anak saya di Bina Bangsa Mandiri di tahan karena ada tunggakan,” kata wanita paruh baya tersebut kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/11).

“Imbasnya dari penahanan ijazah tersebut anak saya yang lulus pada tahun 2019 tidak bisa meneruskan ke jenjang berikutnya. Dan saat ini mau melamar pekerjaan pun tidak bisa,” sambungnya.

Menurutnya, walaupun ada kebijakan dari pihak yayasan Bina Bangsa Mandiri tersebut dengan cara menyicil tetap saja dirinya yang berjuang seorang diri tidak sanggup untuk mencicil karena harus memenuhi kebutuhan hidup.

“Jelas saya tak mampu juga untuk menyicil apalagi melunasinya. Karena masih ada tanggungan anak yang duduk di bangku SMP,” ucap M dengan mata berkaca-kaca.

Ketua DPC Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Kabupaten Bogor, Julianda Effendi mengatakan menahan ijazah dengan alasan adanya sangkut paut administrasi sekolah seperti SPP sangat miris.

“Ya miris saya melihat ulah pihak sekolah yang menahan ijazah muridnya karena hal di atas. Seharusnya dengan dana bos yang diterima per siswa Rp1,2 juta itu bisa dimanfaatkan untuk membantu meringankan beban orang tua yang tidak mampu. 

Julianda menegaskan, ijazah itu hak setiap murid yang telah menyelesaikan kewajibannya sebagai pelajar. “Kok malah ditahan ijazahnya. Padahal jelas anak tersebut penerus bangsa, malah menjadi korban,” ucapnya.

“Penahan ijazah tersebut merupakan tindakan melawan hukum dan telah melanggar hak azasi manusia karena ijazah itu hak siswa. Dalam hal ini saya akan melaporkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Bina Bangsa Mandiri Acep Azhari mengakui bahwa klarifikasi dari tata usaha ijazah tersebut belum diberikan ke murid karena adanya sangkutan.

“Hal itu benar, dan karena alasan tunggakan itulah ijazah belum diserahkan. Segera saya rapatkan dengan pihak yayasan,” jelas Acep saat ditemui di ruangan kerjanya.

** Nay Nur’ain

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version