Home News Dibangun 2004, SDN Pabangbon Kini Lapuk Termakan Usia

Dibangun 2004, SDN Pabangbon Kini Lapuk Termakan Usia

Kerusakan SDN di Nanggung Bertambah, LSM Genpar: Kami Mendesak Disdik Turun ke Lokasi

Nanggung l Jurnal Bogor

Terus bertambahnya kerusakan gedung SDN di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mendapat sorotan. Kini dua gedung sekolah yakni SDN Pabangbon dan SDN Malasari 04 di  Desa Malasari, Kecamatan Nanggung kondisinya sudah rusak.

Sambas Alamsyah

Kepala SDN Pabangbon Subadri meyebut dimana sekolahnya awal dibangun pada tahun 2004 silam. Dari 7 lokal, 4 lokal sudah semestinya direnovasi karena usia SDN Pabangbon seperti bangunan tua dan sudah belasan tahun.

“SDN Pabangbon, terutama pada bagian atas hapir seluruhnya telah lapuk karena usia sekolah itu sudah 18 tahun,” kata Subadri kepada Jurnal Bogor, Rabu (6/9).

Selain ruangan belajar yang mengalami kerusakan, kantor juga tidak ada dan ruang perpustakaan serta toilet siswa dan guru terlihat  kumuh dan berlumut. Bahkan termasuk mebeler seperti kursi dan meja sudah reyot.

Kondisi serupa dengan SDN Malasari 04, sebanyak 6 lokal di sekolah tersebut rusak. Menurut Kepala Sekolah SDN Malasari 04 Yedih, 3 lokal di sekolahnya kondisi kerusakannya sudah cukup parah.

“Tiga lokal di SDN Malasari 04 mengalami kerusakan, terutama satu lokal  dibagian bawah, itu terlihat rangka atap lantaran material  plafonnya sebagian rusak,” ujar Yedih.

Kondisi kian banyaknya sekolah yang rusak di Nanggung, disayangkan Ketua Umum LSM Gerakan Nasional Padjadjaran (Genpar) Sambas Alamsyah.  Sambas meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor untuk merespons dan turun ke lokasi sekolah yang rusak tersebut.

Menurut Sambas, memang berita mengenai kerusakan gedung SDN di wilayah Kecamatan Nanggung  terus berseliweran. “Kami minta Dinas Pendidikan jangan hanya menerima informasi dari bawah saja, Disdik harus cek secara rill, turun ke lokasi langsung,” pinta dia.

Banyaknya sekolah yang sudah tak layak jelasnya, mungkin bukan hanya di Kecamatan Nanggung saja.

Banyaknya bangunan sekolah telah rusak namun tak kunjung dibangun. “Ingat masalah ini akan terus kami suarakan,” janjinya.

Bila perlu masalah ini, kata dia akan dibawa ke Pemkab Bogor. Pasalnya, menurut pengamatan Genpar,

belakangan Disdik malah sibuk dengan pengadaan seragam baju batik bermotif talas yang dinilai memberatkan guru karena batik tersebut dibanderol Rp 240.000 namun kualitas seragam batik tidak bagus.

“Kualitas batik  yang dikenakan sejumlah guru tersebut dikisaran di angka 70 ribu, maksimalnya sekitar 100 ribu,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kondisi bangunan SDN  banyak yang rusak  berat di Kecamatan Nanggung seperti SDN Parakanmucang 01 Desa Parakannuncang, SDN Parigi Desa Cisarua, SDN Ciketug Desa Pangkaljaya, toilet siswa dan guru di SDN Pasireurih Desa Hambaro.

** Arip Ekon

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version