Kader Posbindu PTM Mulai Bergerak di SMAN 1 Babakan Madang 

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Sebanyak 22 pelajar tingkat SMA dan sederajat yang telah menjadi kader Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa (Posbindu PTM) melakukan praktik pemeriksaan kesehatan secara berkala. Kali ini seluruh siswa kelas 10 telah menjalani deteksi dini kesehatan di SMAN 1 Babakan Madang, Kecamatan Babakan, Kabupaten Bogor.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir 15 perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan 3 dari Puskesmas, guru sekolah dan pihak Kecamatan Babakan Madang.

Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Babakan Madang Fadyah Noor, S.Pd, MM mengatakan, praktik pemeriksaan PTM ini dilakukan secara berkala, dimulai dari kelas 10 sampai kelas 12. Para Kader Posbindu PTM terlihat antusias saat melakukan deteksi dini kesehatan sekaligus memberikan edukasi tentang pencegahan penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa remaja.

“Pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan pada hari Selasa. Sebanyak 396 peserta didik dan 60 guru beserta staf sekolah dilakukan pemeriksaan deteksi dini, kemudian diberikan edukasi PTM dan kesehatan jiwa sekaligus pembagian buku panduan secara cuma-cuma kepada seluruh peserta didik,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (3/8).

Kedepan, kata Fadyah, berharap setiap satu semester akan dilakukan pemeriksaan ulang kepada para peserta didik termasuk kepada mereka yang beresiko tinggi terhadap penyakit tidak menular dan kesehatan jiwa. 

“Kami berharap seluruh peserta didik tumbuh sehat dengan jiwa yang kuat, menjaga kesehatan jiwa dan mencegah PTM. Seiring itu pihak sekolah akan menyiapkan pos khusus untuk kader Posbindu PTM dan kesehatan jiwa remaja di lingkungan sekolah sekaligus menambah jumlah kadernya,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Sub Kordinator Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr Rohjayanti mengatakan, faktor risiko penyakit tidak menular seperti pengukuran tekanan darah, gula darah sewaktu, indeks massa tubuh dan lain-lain dapat dilakukan secara mandiri oleh setiap orang, namun masih banyak pula yang memerlukan bantuan melalui Posbindu. 

“Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan para kader remaja mampu memberikan penyuluhan mengenai PTM dan upaya pencegahannya,” jelasnya.

Menurutnya, 15 orang dari Dinas Kesehatan dan 3 Puskesmas Babakan Madang turut mendampingi dan mengedukasi remaja. Dia pun melihat kader Posbindu sudah cukup baik menggunakan peralatan deteksi dini, seperti alat tensi darah untuk memeriksa tekanan darah, alat glucometer untuk memeriksa gula darah, alat lingkar perut untuk mengukur lingkar perut, alat timbang badan untuk mengukur berat badan.

“Yang kemudian dicatat pada lembar skrining riwayat kesehatan remaja, lalu membagikan buku panduan dan melakukan edukasi langsung secara tatap muka. Sekolah ini yang pertama kali melakukan kegiatan deteksi dini oleh kader sekolah yang diharapkan menjadi percontohan bagi sekolah lainnya di Kabupaten Bogor untuk membentuk kader Posbindu PTM dan kesehatan jiwa,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here