Home News Pemeliharaan Berkala Jalur Provinsi Jonggol Sudah Bergelombang dan Mengelupas

Pemeliharaan Berkala Jalur Provinsi Jonggol Sudah Bergelombang dan Mengelupas

Jonggol | Jurnal Bogor 

Kondisi ruas jalan Jonggol – Cariu baru saja seminggu diaspal hotmix  sudah mulai terlihat  bergelombang dan beberapa bagian mulai mengelupas lapisan aspalnya.

Warga Kujang, Desa Jonggol Saefudin mengatakan, usia aspal ini masih tergolong baru, tapi sudah bergelombang dan ada beberapa bagian titik jalan aspalnya mengelupas. Padahal saat baru dihotmix itu jalannya mulus dan tidak bergelombang.

“Saya kurang paham apa yang menyebabkan aspal tersebut cepat bergelombang bak ombak-ombak kecil, jadi kalo jalan ndul-ndulan kaya naek kuda,”  ucap Saefudin kepada Jurnal Bogor, Rabu (29/06/22).

Ia menambahkan, dengan kondisi jalan yang bergelombang membuat dirinya dan beberapa pengguna jalan lain tidak nyaman.

“Setiap pembenahan jalan di lajur Jonggol – Cariu ini pasti usianya gak akan lama, mau dibeton atau diaspal  pasti hitungan minggu atau bulan lamanya udah terlihat tanda-tanda kerusakan,” paparnya.

Harusnya, kata dia, dinas terkait mencari penyebabnya, apakah karena kontur tanahnya yang labil atau karena pekerjanya yang asal-asalan sehingga warga Jonggol dan pengguna jalan lainnya bisa menikmati jalan bagus dalam jangka waktu yang lama.

“Mending kalo seumur jagung, ini mah usia rumput kali udah rusak lagi bae,” ujarnya.

Pengamat infrastruktur Herry HK mengatakan, kondisi bangunan jalan yang bergelombang itu ada beberapa faktor, apakah dari kontur tanah, atau gelar aspal yang langsung dilindas oleh kendaraan bertonase besar.

“Jika penyebabnya ada di kontur tanah, disini pemerintah harus mencarikan solusiny , seperti apa caranya agar tanah yang labil tetap bisa digelar aspal atau beton,” ujarnya.

Namun, jika persoalannya ada di pelaksanaan pekerjaan atau kontraktor yang asal – asalan dalam menggelar beton dan aspal harus ada tindakan dari instansi terkait, karena itu anggaran pemerintah pertanggungjawabannya harus jelas apalagi dengan nominal yang fantastis.

“Ya kalo kesalahan ada di kontraktor, instansi terkait jangan main mata, tindak dan blacklist perusahaan yang membuat aspal dan beton jadi tidak awet karena jika pada umumnya setelah dari uji, usia beton itu bisa mencapai 15 tahun dan aspal itu 5 tahun kualitasnya , kalo baru seumur jagung udah berubah bentuk itu harus dipertanyakan,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version