Home News Polsek Cigudeg Dalami Kasus Pengeroyokan 3 Wartawan

Polsek Cigudeg Dalami Kasus Pengeroyokan 3 Wartawan

Cigudeg l Jurnal Bogor

Sebanyak 10 orang diduga sebagai pelaku pengeroyokan terhadap tiga wartawan media online beberapa hari  lalu.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula 3 orang wartawan saat meliput kegiatan perpisahan di SDN Parakantiga, Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor.

Belum diketahui secara pasti penyebab pengeroyokan terhadap 3 orang wartawan tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Cigudeg, Ipda Iman Budiman menerangkan, perkembangan kasus pengeroyokan yang menimpa  para kuli tinta tersebut saat ini masih dalam  proses penyelidikan.

Kejadian ini sudah beberapa saksi telah diperiksa sehingga progresnya pada gelar perkara.

“Kasus ini  diatensikan,  hingga kini masih fokus pemeriksaan dan dimintai keterangan pada para saksi lainnya,” kata Ipda Iman Budiman, kemarin.

Perkembangan kasus pengeroyokan, kata Iman, sebelumnya pihak Polsek Cigudeg telah menjalani pemeriksaan dengan memanggil  3 orang sebagai saksi. Setelah itu, penyelidikan berlangsung,  nantinya kasus tersebut bakal berlanjut pada gelar perkara.

Lebih lanjut Kanit Reskrim mengatakan, bahwa belum lama ini sejumlah 10 orang bersetatus sebagai saksi telah mengikuti periksaan intensif di Mapolsek Cigudeg. “Kami tidak  gegabah, ketika bertindak pun jangan sampai salah tangkap pelaku,” papar Iman.

Lebih baik landai, dengan begitu sambil dilakukan pendalaman, perinsipnya  proses kasus tersebut tetap  berjalan. Iman mengatakan, untuk menjadi kesimpulan masih dilakukan pengumpulan data pendukung dan bukti lainnya. “Serta menghadirkan saksi  lain tentu yang mengetahui peristiwa pengeroyokan terjadi,” ungkapnya.

Dia menegaskan sangat berhati-hati,  sebab jangan sampai masalah ini dipelintir. Menurutnya, tentunya dalam penanganan semua permasalahan pihaknya selalu kooperatif.

Sementara kasus penganiyaaan dan pengeroyokan dari 3 orang, salah satunya adalah wartawan Angkaranews.com. “Hingga masuk kemeja hijau,  kasus penganiayaan ini terus dikawal. Biar ada efek jera, bagi terduga pelaku tersebut,” ujar Pimred Angkaranews.com Rahman.

“Dijadikan pembelajaran, jangan suka main hakim sendiri. Diharapkan kedepan tidak ada lagi kekerasan, kepada siapapun  dengan bertidak semena-mena,” tukasnya. 

** Arip Ekon

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version