Home Edukasi Pendiri Al–Hayya Menginspirasi Kepedulian

Pendiri Al–Hayya Menginspirasi Kepedulian

Ustdz H. Redy Gunawan dan  Hj. Zakiyah Bantu Anak Yatim dan Dhuafa

JURNAL INSPIRASI – Ustdz H. Redy Gunawan bersama sang istri Hj. Zakiyah merupakan pendiri Yayasan Yatim dan Dhuafa  Al – Hayya yang berada di Jl. H. Muhiddin No. 14. Kota Depok, Jawa Barat. Yayasan yang sudah berdiri sejak 2014 ini memberikan pelayanan pendidikan agama, dan juga pelayanaan pembiayaan pendidikan formal bagi anak yatim dan dhuafa. Anak – anak panti asuhan yatim dan dhuafa ini tidak hanya berasal dari sekitar Depok, namun juga berasal dari luar daerah.

Program yang diberikan pada  setiap hari pembalajaran yaitu menghafal Al – Qur’an, mengkaji kitab kuning, menghafal Hadist, latihan berbahasa, latihan berpidato, serta belajar formal. Semua ini dilakukan untuk memberikan pendidikan serta pengasuhan terbaik bagi mereka yang sudah tidak punya orangtua dan bagi mereka yang tidak mampu untuk bersekolah.

Yayasan ini sudah berdiri 2 lantai terdiri dari asrama untuk santri putra dan putri yang bermukim di yayasan, dan untuk tenaga pengajar saat ini 8 orang dan untuk jumlah santri berjumlah 43 santri 26 untuk laki – laki dan 17 untuk perempuan.

Sebelum mendirikan yayasan H. Redy Gunawan dan sang istri adalah seorang pengajar di Pondok Pesantren Qotrun Nada Cipayung, Depok kemudian berinsiatif untuk mendirikan yayasan bagi anak yatim piatu dan dhuafa.

Keinginan untuk berkhidmat serta membantu bagi anak – anak yang kurang mampu untuk tetap merasakan pendidikan yang layak serta bernilai agama beliau iktiarkan meski sampai saat ini, semua kebutuhan pondok dan kebutuhan santri benar – benar ditanggung oleh yayasan karena pihak yayasan tidak meminta uang iuran bagi santrinya.

Dengan bermodalkan tekad keadaan mendesak membuatnya memberanikan diri untuk  menggalang dana dengan kardus yang bertuliskan “untuk yatim piatu dan Dhuafa Al – Hayya. Demi terpenuhi kebutuhan sekolah anak asuhnya di panti asuhan Al – Hayya.

Ide yang terpikirkan saat itu adalah hanya menggalang dana dengan kardus bekas tersebut dengan harapan akan ada banyak orang yang baik hati yang perduli dengan anak yatim piatu dan dhuafa. Berkeliling dari warung ke warung hingga ke jalan raya demi terpenihi kebutuhan yayasan.

“Amal jariyah yang akan menolong kita di alam barzakh nanti maka, kesempatan kita ada pada anak – anak yatim piatu dan dhuafa untuk selayaknya kita bantu,” kata dia.

Sebelum terpikirkan untuk membangun sebuah panti asuhan, Redy terinspirasi dari temannya, yang mampu mengurus dan mendidik puluhan anak yatim piatu meski ia tahu temannya itu pun terbatas finansial.

** Hayatunnisa Aulia/mg-uika

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version