Home Ekbis Mengenal Kotok Bongkok, Makanan Khas dari Lebak Banten

Mengenal Kotok Bongkok, Makanan Khas dari Lebak Banten

Kotok Bongkok

JURNAL INSPIRASI – Kotok Bongkok atau kerap kali disebut juga Picung Bongkok adalah hasil fermentasi dari kluwek atau kepayang atau picung. Meski namanya cukup unik didengar, panganan yang satu ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan kotok atau ayam.

Makanan khas Lebak ini dipercaya berasal dari Kampung Cimenger, Desa Mekanwangi, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, Banten. Makanan ini cukup populer juga di kecamatan sekitarnya seperti Kecamatan Cipanas, Sajira, Sobang dan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten.

Untuk proses pembuatan Kotok Bongkok ini cukup rumit, karena harus dilakukan oleh ahlinya. Lantaran jika salah sedikit dalam bentuk pengolahannya maka bisa-bisa masih mengandung zat-zat beracun didalamnya.

BACA JUGA Penghuni Huntara Keluhkan tak Nyaman

Proses pembuatan Kotok Bongkok ini mula-mulaya dilakukan dengan mengupas isi biji lalu melakukan perendaman secara berulang-ulang, dan tahap selanjutnya proses fermentasi beberapa hari sehingga aman untuk dikonsumsi.

Jika proses pembusukan dinilai sudah pas dan memiliki aroma khas yang cukup menyengat, maka Kotok Bongkok sudah siap dikonsumsi oleh pelanggan.

Untuk teksturnya sendiri cukup lunak dan kenyal juga sedikit mirip tekstur jamur. Umumnya, Kotok Bongkok dimasak dengan cara dibungkus daun pisang (dipais) lalu dibakar di atas bara api, ditumis, digoreng krispi dengan balutan tepung.

Bagi yang tak terbiasa, rasanya memang terasa aneh di lidah. Tapi bagi kebanyakan masyarakat di sekitar Kecamatan Muncang, pais Kotok Bongkok katanya sangat nikmat dipadukan dengan nasi, sambal dan ikan pindang maupun berbagai macam ikan asin.

BACA JUGA Dewan Sorot Pasar Tanah Baru

Kotok Bongkok ini biasanya dijajakan oleh penjual dengan cara keliling di wilayah Kecamatan Cipanas atau Kecamatan Muncang. Untuk harga satu nyiru (alat menampi beras berbentuk bundar) bisa berisi 150 biji Kotok Bongkok dengan harga satuannya sekitar 500 Rupiah per biji.

Kotok Bongkok sendiri adalah salah satu kuliner tradisional turun-temurun yang harus tetap dilestarikan. Di dalamnya terdapat khasnya tersendiri yang bisa dijadikan potensi bagi masyarakat, baik secara ekonomi maupun budaya. Dan jika harus melihat tradisi kuliner di Nusantara yang tak lepas dari buah bernama Kepayang, Kotok Bongkok tentu bisa menjadi produk unggulan ciri khas Lebak selain gula aren dan madu.

**mia nurjanah/mg-uika

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version