Home News Bantuan Jabar Hanya Rp20 M, Dewan Dukung Rusunawa Disulap Jadi RSUD

Bantuan Jabar Hanya Rp20 M, Dewan Dukung Rusunawa Disulap Jadi RSUD

Endah Purwanti

Bogor | Jurnal Inspirasi

Usulan pemanfaatan satu tower Rusunawa Menteng untuk ‘disulap’ menjadi Blok 1 RSUD, mendapat tanggapan positif dari Komisi IV DPRD Kota Bogor. Hal itu lantaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) hanya mampu memberikan bantuan keuangan sebesar Rp20 miliar untuk pembangunan tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti mengaku bahwa dewan akan melakukan pengecekan ke rusunawa tersebut dalam waktu dekat ini, untuk mengetahui tingkat keterisian, pendapatan dan lain-lain.

“Selain itu, instalasi pengolahan limbah mesti dicek. Sebab, kan beda antara rs dan hunian,” ujar Endah kepada wartawan, Senin (27/9).

Menurut dia, usulan memanfaatkan satu tower rusunawa menjadi Blok 1 RSUD sudah disuarakan saat rapat bersama rumah sakit pelat merah itu. “Saya secara pribadi mendukung, apalagi rusunawa itu milik pemkot, RSUD pun sama. Jadi kan lebih mudah bila antar pemerintah,” katanya.

Endah mengatakan, apabila satu tower rusunawa dimanfaatkan untuk RSUD, diperkirakan anggaran sebesar Rp20 miliar dapat digunakan untuk makeover tempat tersebut.

“Letaknya di belakang RSUD, tinggal bobol tembok saja langsung nyambung. Kan sayang anggaran Rp20 miliar kalau hanya cukup untuk pondasi saja,” ungkap dia.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB), R Ridho mengatakan, Pemkot Bogor harus mencari alternatif solusi, apabila Pemprov Jabar tetap bersikeras hanya membantu Rp20 miliar.

Misalkan, kata Ridho, Pemkot Bogor dapat saja menghibahkan satu tower rusunawa Menteng untuk ‘disulap’ menjadi Blok 1 RSUD. Sebab, sambung dia, berdasarkan informasi dari pihak rumah sakit pelat merah itu, anggaran Rp20 miliar hanya cukup untuk membuat pondasi gedung setinggi 4 lantai.

“Kalau sekiranya bisa lebih baik, manfaatkan saja satu tower milik rusunawa itu. Dengan anggaran Rp20 miliar saya kira cukup. Tapi ya dicek dulu, bagaimana apakah penghuninya penuh dan pendapatannya bagaimana,” ucapnya.

Atas dasar itu, ia meminta agar RSUD berkomunikasi dengan DPRD dan Pemkot Bogor untuk membahas hal tersebut. “Kalau disetujui dan tidak melanggar aturan, saya kira lebih baik menggunakan tower tersebut. Apalagi letaknya tepat di belakang RSUD,” ungkap dia.

Ridho menegaskan bahwa sebagai organisasi sosial, GMKB paham betul kondisi RSUD Kota Bogor, terutama saat pandemi berlangsung. “Kami paham kondisinya, kebanyakan pasien yang dirawat itu berasal dari luar daerah. Sehingga sudah seharusnya sarana prasarana RSUD ditambah,” katanya.

**fredykristianto

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version