Home News Dikenal Jepangnya Indonesia, Penyuluh Kabupaten Tegal Ditantang Luncurkan Produk Pertanian Khas

Dikenal Jepangnya Indonesia, Penyuluh Kabupaten Tegal Ditantang Luncurkan Produk Pertanian Khas

Tegal | Jurnal Inspirasi

Kabupaten Tegal dikenal sebagai miniatur Jepang, dengan industri pengolahan logam yang menghasilkan alat – alat pertanian, pompa air, kerajinan logam, alat-alat rumah tangga, hingga komponen perkapalan. Di sisi lain sektor pertanian Kabupaten Tegal juga cukup menjanjikan.

Dari rilis Badan Pusat Statistik tercatat pada tahun 2020, produksi padi di Kabupaten tegal mencapai 402.312 GKG dan produksi padi setara beras 252.410 ton. Produktivitas jagung tercatat 129.564 ton dan kedelai 4 ton. Secara umum, produksi beberapa jenis sayuran semusim (bawang merah, bawang putih, kentang, kubis, cabe, tomat, wortel, dll) selama tahun 2019- 2020 mengalami fluktuasi.

Demikian halnya dengan produksi beberapa jenis buah tahunan seperti mangga, durian, jeruk siam, pisang, pepaya, salak, rambutan, sawo dan lain-lain. Potensi ini disorot oleh Yusral Tahir, Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP).  Ia menuturkan harapannya agar produktivitas pertanian di Kabupaten Tegal juga sama berkembangnya dengan industri logam.

“Nah inilah tantangan bagi kita, insan pertanian, Jika Tegal di bidang industri terkenal sebagai ‘Jepangnya Indonesia’, maka kedepannya saya harapkan para penyuluh pun mampu keluarkan produk pertanian Tegal yang juga diunggulkan dan dikenal oleh banyak orang,” tegas Yusral.

Penyuluh adalah ujung tombak pembangunan pertanian. Merekalah yang mengetahui potensi dan sumber daya wilayah melalui interaksi yang kerap kali dibangun dengan para petani, sehingga diharapkan dengan adanya penyuluh di setiap kecamatan dapat memetakan potensi produk pertanian yang akan diunggulkan.

“Saya ingin para penyuluh ini dapat membantu petani dalam menggali potensi pertanian daerahnya sehingga menghasilkan produk pertanian unggulan atau khas,” imbuh Yusral. 

Lebih lanjut Yusral menambahkan bahwa pemberdayaan BPP Kostratani sangat diperlukan, utamanya dalam mensejahterakan petani, salah satunya melalui keluaran produk – produk pertanian unggulan dari petani yang dapat dipasarkan di dalam maupun luar negeri.

Begitu vitalnya peran BPP Kostratani dalam pembangunan pertanian, Yusral juga menekankan agar para penyuluh dapat memanfaatkan BPP Kostratani sebagai media jejaring kerjasama, membangun kemitraan, tidak bersaing, atau saling menjatuhkan.

Menurut Yusral bentuk kerjasama BPP juga dapat dilakukan melalui pemberdayaan petani, dukungan promosi satu sama lain terhadap produk – produk pertanian unggulan dari setiap wilayah BPP, serta penentuan harga produk pertanian.

Yusral menegaskan peran penting BPP Kostratani sebagai salah satu program utama Kementerian Pertanian, yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi pertanian, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis, dan pusat jejaring kemitraan.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), menegaskan Kostratani dibentuk untuk mengoptimalkan tugas, fungsi dan peran BPP, “Kostratani adalah wujud gerakan pembangunan pertanian di Indonesia yang menyelaraskan kemajuan era industrialisasi 4.0. Kostratani berpusat di Kecamatan, karena pembangunan pertanian akan dilakukan dari lapangan, desa hingga kecamatan,” Jelas Syahrul.

Seperti yang diungkapkan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, ujung tombak pembangunan pertanian di BPP terdiri dari Penyuluh Pertanian, Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Medik Veteriner, Paramedik Veteriner dan lain-lain, harus bisa men-drive BPP agar mampu melaksanakan peran utama tersebut dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“BPP dimanfaatkan sebagai pusat data dan informasi bagi masyarakat untuk mengakses informasi tentang potensi wilayah, teknologi pertanian juga informasi pasar”, ungkap Dedi.

**nita/osi-ppmkp

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version