Home News 10 Hari Telah Dikerjakan, Pembangunan Pamsimas tak Cantumkan Papan Kegiatan

10 Hari Telah Dikerjakan, Pembangunan Pamsimas tak Cantumkan Papan Kegiatan

Nanggung l Jurnal Inspirasi

Pembangunan Sarana Air Bersih (SAB) yang bersumber dari Gunung Tugu diatas bentangan kali Cikaret  di Kampung Pamanggon RT 03 RW 09, Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pengerjaannya  telah berlangsung 10 hari. Namun pantauan di lapangan, pihak pelaksana tak mencantumkan papan kegiatan.

Pendamping Program Penyediaan Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyarakat  (Pamsimas) Kabupaten Bogor Febri mengatakan, anggaran yang digunakan untuk bangunan sarana air bersih itu bersumber dari Kementerian PUPR sebesar Rp, 245.000,000.

Ia menyebutkan, sebetulnya untuk teknis pemasangan papan informasi kegiatan itu dianggarkan dari dana Inces yang berasal dari masyarakat

“Memang secara aturan sebelum dilakukan pembangunan papan kegiatan terlebih dulu harus sudah dipasang,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/5).

“Akan tetapi dari pihak kami tidak ada anggarannya untuk pembuatan papan informasi. Itu kembali lagi kepada Kelompok Kerja Masyarakat (KKM) dan Satuan Pelaksana (SATLAK), karena ada dana Inces dari masyarakat,” jelas Febri.

Ia menambahkan, anggaran yang diterima dari APBN tersebut untuk pembangunan sarana air bersih berikut pengerjaan jamban di sekolah SDN Nunggul Desa Bantarkaret.

“Kita juga akan membuat sanitasi di SDN Nunggul, yaitu dengan pembuatan jamban, karena itu juga sudah termasuk program yang harus dilaksanakan,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Ketua RT 03, RW 09 Sumanta mengakui bahwa pekerjaan Pamsimas sudah berlangsung 10 hari namun hingga saat ini belum terpasang papan kegiatan. “Rencana besok kami pasang papan kegiatannya,” janjinya.

Sumanta menjelaskan, pengerjaan Pamsimas melibatkan 25 pekerja warga setempat dengan pengerjaannya lebih cepat. “Kurun waktu dua bulan setengah bangunan Pamsimas tersebut sudah harus selesai,” tandasnya.

Air bersih ini nantinya akan memasok kebutuhan masyarakat dilingkup satu RW, sekitar 278 kepala keluarga, dan aliran air yang dikelolanya nantinya warga yang menggunakan air ini akan dikenakan iuran per bulan untuk perawatan.

Sementara Ketua Pelaksana Kegiatan, Ahyani belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan.

** Arip Ekon

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version