Home News Penggali Ngeyel, Kasus Hilangnya PPNS Line Berlanjut Pelaporan

Penggali Ngeyel, Kasus Hilangnya PPNS Line Berlanjut Pelaporan

Babakan Madang | Jurnal Inspirasi

Satpol PP Kabupaten Bogor melaporkan perkara hilangnya PPNS line ke kepolisian, Senin (24/5). PPNS line diketahui hilang pada Selasa (6/04) lalu di lokasi pintu masuk galian tanah di Desa Kadumanggu, Kecamatan Babakan Madang. Warga juga banyak memergoki masih berjalannya kegiatan galian C tersebut pada beberapa hari lalu.

“Untuk galian di lokasi Leuwijambe Desa Kadumanggu sudah saya limpahkan dan adukan ke Polres Bogor, karena ini ranahnya adalah Undang-undang,” ujar PPNS Satpol PP Kabupaten Bogor, Erwin saat dikonfirmasi, Senin (24/05).

Erwin mengatakan, saat garis kuning dicopot tidak sampai 24 jam oleh oknum di lokasi galian menurutnya langsung diadukan kepada pihak kepolisan, dalam hal ini Kapolres Bogor sangat konsen terhadap pelaku yang membuat kerusakan lingkungan, dan untuk perusakan segel diancam dengan Pasal 232 Ayat (1), (2), dan (3) KUHP.

Menurutnya, PPNS line Satpol PP Kabupaten Bogor memiliki kekuatan hukum segel yang dibentang di lokasi galian yang diduga ilegal berfungsi guna mengamankan lokasi dan merupakan larangan bagi siapapun untuk memasuki areal lokasi tersebut.

Sebelumnya, Nurdi warga sekitar yang juga sering sering lalu lalang di jalan tersebut merekam kegiatan keluar masuknya mobil dump truk yang menyebabkan jalur lintas jalan raya tersebut dikotori tanah merah.

“Katanya sudah ditutup tapi ini masih jalan, liat nih , masih ada mobil dump truk keluar masuk ngangkut tanah, lihat kondisi jalan kotor sama tanah,” katanya dalam video yang direkamnya, Kamis (20/5) lalu.

Terpisah, Camat Babakan Madang Cecep Imam Nagarasid juga mengakui persoalan tersebut sudah dilimpahkan kepada pihak kepolisian. “Sudah di Polres persoalannya,” singkatnya.

Sebelumnya, dampak dari keberadaan galian C ilegal yang seolah menantang Satpol PP Kabupaten tersebut pernah menimbulkan pengrusakan mobil siaga Desa Kadumanggu yang mengakibatkan 1 orang masuk tahanan. Namun kembali dikeluarkan, dan juga menyebabkan hampir 10 motor berjatuhan persis di depan rumah kepala Desa Kadumanggu Adi Wijaya dan tak jauh dari lokasi galian C karena licinnya jalan pascahujan.

** Nay Nur’ain

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version