Kelurahan Ciluar Mediasi Dugaan Pemotongan BST, Ini Hasilnya

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Kelurahan Ciluar bergerak cepat melaksanakan rapat dengar pendapat dan mengenai informasi dugaan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) pada RW 04 di aula Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, Sabtu (22/5).

Lurah Ciluar, Deny Ardiansyah mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan informasi mengenai tudingan tersebut dari Camat Bogor Utara yang mendapat kiriman terkait adanya surat pernyataan tentang pemotongan BST sebesar Rp50 ribu yang ditandatangani sembilan orang.

“Sebelumnya di wilayah saya, tidak ada laporan mengenai pungutan liar (pungli). Kami langsung cek ke lokasi dan mengumpulkan yang tanda tangan, apa maksud dan tujuan surat siapa saja yang diminta dan siapa yang meminta. Tapi tak bisa menjawab. Akhirnya kami agendakan rapat bersama warga didampingi polisi, TNI dan Tipikor, untuk mengklarifikasi, jangan sampai ada anggapan wilayah diam saja atau menutupi,” ujar Deny kepada wartawan.

Dalam rapat klarifikasi itu, kata Deny, dihadiri oleh delapan dari sembilan orang yang menandatangani surat pernyataan adanya pemotongan BST. “Satu orang tidak hadir karena alasan sakit. Mereka bercerita mengenai kronologis, ada yang bantuan tahun lalu. Kemudian, saya tanya anda dapat BST, katanya tidak. Kenapa tanda tangan surat itu,” katanya.

Kata Deny, dalam pertemuan tersebut ada beberapa warga yang bukan penerima BST Rp600 ribu. Bahkan, ada warga yang menerima BST namun tidak dipungut. “Saya tanya siapa yang bikin surat, yang buat ketua paguyuban Tarikolot. Berdasarkan pengakuan beberapa orang mereka paham (isi surat), beberapa disuruh absen,” ungkapnya.

Selanjutnya, sambung Deny, hasil pertemuan akan dituangkan ke dalam berita acara untuk dilaporkan ke pimpinan. Selain itu, rencananya pihaknya akan memanggil pihak-pihak yang disebut terlibat dalam dugaan pemotongan tersebut. “Tapi saat ditanya ke warga siapa yang motong, mereka bilang yang ambil mantan pengurus RT,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Deny, dalam pertemuan tersebut, warga menuntut agar RW diganti. “Selanjutnya akan kami konfrontir dengan warga RW 04 tentang kebenaran informasi itu. Kami tidak memihak pada siapapun, tapi tujuannya untuk menguak informasi sebenarnya,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here