Home News Habib Rizieq ke Bima: Kok Tega Sebut Saya Bohong

Habib Rizieq ke Bima: Kok Tega Sebut Saya Bohong

Bogor | Jurnal Inspirasi

Habib Rizieq Shihab mempertanyakan keterangan Wali Kota Bima Arya Sugiarto dalam BAP (berita acara pemerikasaan) yang menjadi saksi dalam persidangan kasus kasus swab test Rumah Sakit Ummi yang menyeret Habib Rizieq Shihab sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Rabu (14/4). Habib Rizieq mengatakan baru di-PCR dan belum ada hasil, namun Bima Arya menyebut dalam BAP nomor 9 halaman 18 bahwa keterangan Habib Rizieq bukan yang sebenarnya alias bohong.

“Kenapa dalam BAP anda kok tega menyatakan saya bohong?. Kalau saya ketika sudah di PCR, Habib positif, terus saya katakan tidak, itu bohong. Saya rela dipenjara. Tapi ini hasil PCR-nya itu belum ada hasil,” tandas Rizieq.

Habib Rizieq menganalogikan ketika persepsi yang merasakan kebugaran seseorang itu tidak bisa disebut bohong. “Saya merasa bugar sehingga saya memutuskan untuk pulang (dari RS Ummi),” jelas Habib Rizieq.

Dia juga menyatakan upaya PCR itu juga atas saran Wali Kota dan pihak rumah sakit dan ketika sudah diketahui hasilnya positif, dia balik ke rumah sakit dan menawarkan diri untuk dirawat. “Dokter tim Mer-C mengatakan yang penting Habib ikuti semua petunjuk dokter, saya bahkan tidak mendekati  cucu saya, saya ikuti protokol dengan baik, tapi kenapa dalam BAP saya disebut bohong,” jelas Habib Rizieq.

Namun Bima membantah pernyataan Habib Rizieq yang menudingnya berbohong sudah terjangkit corona. “Apa yang habib sampaikan di saat di RS Ummi sehat dan sebagainya itu memang tidak sesuai. Karena indikasi covidnya ada. Tim dokter menyampaikan kepada habib bahwa waktu di RS Ummi itu antigennya sudah positif, lantas indikasi Covid-19 ada,” kata Bima.

Bima menyatakan,  ia tak ingin mengumumkan Habib Rizieq Shihab positif Covid-19. Namun, dalam prokes harus ada pelaporan setiap pasien yang dirawat.

“Bukan mau mengumumkan hasil PCR. Bukan mengumumkan namanya. Tetapi paling tidak protokolnya dijalankan. Setiap hari Satgas Covid-19 harus tahu jumlah probable, possible, terkonfirmasi, suspect berapa. Apabila habib suspect mesti dilaporkan, kan treathmentnya beda, yang penting laporannya,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Bima, sebelum kasus ini masuk ke ranah hukum, pihaknya sudah memaksimalkan upaya lain. Salah satunya dengan silaturahmi ke RS Ummi untuk menjelaskan agar dalam penanganannya mesti hati-hati.

“Saya jeladkan kepada dr. Andi Tatat (Dirut RS Ummi), dok hati-hati ini sensitif, nggak boleh salah melangkah,” katanya.

Ketika langkah hukum diambil, kata dia, itupun atas kesepakatan satgas, agar semua jelas dan mejadi pembelajaran untuk semua pihak. “Kalau sesuai dengan aturan nggak masalah yang penting ada kejelasan proses disitu,” ungkapnya.

Selain Bima, Kepala Satpol PP Agustian Syach, Kepala Dinas Kesehatan dr Sri Nowo Retno dan anggota Satgas Covid-19 Kota Bogor, Fero Sopacua juga turut dimintai keterangan. Bima Arya juga mengatakan, dalam pelaporan yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Bogor kepada pihak kepolisian, sama sekali tidak ada unsur politik ataupun tekanan. Ia mengklaim bahwa langkah itu telah sesuai dengan aturan yang ada.

“Ada landasan aturan, mulai dari UU, Kepres, Keputusan Wali Kota. Ya itu semua dalam rangka menegakkan protokol kesehatan,” ujarnya kepada wartawan.

Kata dia, langkah yang dilakukannya adalah murni untuk melindungi warga Kota Bogor agar tak terpapar Covid-19 dan menjalankan tugasnya sebagai Ketua Satgas Covid-19. Namun dalam persidangan Habib Rizieq mencecar Wali Kota Bogor Bima Arya mengenai alasan Bima Arya melaporkan kasus swab tersebut ke polisi.

Bahkan, Habib sempat menyinggung ‘restu guru’ untuk murid yang mendukung Bima Arya di Pilkada Wali Kota Bogor. Mulanya, Habib Rizieq mempertanyakan alasan Bima Arya melaporkan kasus swab ini ke polisi.

Bima mengatakan bahwa membawa kasus ke ranah hukum bukan karena keinginan pribadi, melainkan keputusan bersama di Satgas Covid-19 Bogor. Kemudian Habib Rizieq kembali mencecar Bima tentang banyaknya pelanggaran Covid, tapi tidak ada yang masuk ranah pidana kecuali dirinya.

Habib Rizieq bicara tentang pendekatan untuk menyelesaikan masalah. Ia menuturkan bahwa guna menyelesaikan masalah, itu ada tiga pendekatan, yakni secara kekeluargaan, kekuasaan, dan pendekatan hukum pidana. Habib Rizieq kemudian bicara tentang Habib Mahdi Assegaf, yang merupakan muridnya salah satu pendukung utama Bima Arya di Pilkada Wali Kota Bogor.

“Kita sekarang bicara pendekatan kekeluargaan, Habib Hanif sampaikan, Anda kenal Habib Mahdi Assegaf? Habib Mahdi Assegaf sangat dekat dengan Anda, bahkan pendukung utama Anda pada saat pemilihan Wali Kota Bogor dan saya yang merestui karena saya gurunya,” kata Habib seperti dilansir detik.

“Artinya, Anda punya orang yang dekat sama saya, kenapa ini tidak digunakan sebagai jembatan untuk bisa, ‘Ayo kekeluargaan, biar bisa ketemu saya’, ‘Habib, ini harus gini, Habib’. Jadi jangan langsung diambil kesimpulan saya akan menolak. Kita kan nggak pernah ketemu, kenapa nggak (pakai) jalur kekeluargaan?” jelas Habib Rizieq.

Ia pun menyebut memiliki hubungan luar biasa dengan Bima Arya. Sebab, beberapa pendukung Bima memiliki kedekatan dengan Habib Rizieq.

“Padahal kita punya hubungan luar biasa loh, Pak Bima. Kita punya hubungan luar biasa dengan orang-orang Anda, dan kita pernah ketemu di majelis taklim Habib Mahdi Assegaf. Nah, kenapa persoalan ini hilang dari benak Anda saat itu? Pendekatan semacam kekeluargaan ini tidak dilakukan,” ujar Habib Rizieq.

Habib mengatakan kenal dengan KH Muhammad Husni Thamrin, yang juga salah satu pendukung Bima Arya di Pilwalkot Bogor. Habib Rizieq mempertanyakan kenapa Bima tidak mendatangi Kiai Husni Thamrin dan meminta Habib Rizieq datang.

“Satu lagi, Anda kenal yang kita hormati orang tua kita bersama Kiai Haji Muhammad Husni Thamrin, itu juga pendukung Anda luar biasa. Habib Tam orang tua saya. Kalau Anda dekati Habib Tam, Habib Tam suruh saya temui Anda, jangankan saya lagi sehat, lagi sakit pun saya akan datang ke kantor Anda,” katanya.

“Artinya kenapa pintu-pintu ini tidak digunakan untuk kita kekeluargaan menyelesaikan persoalan. Saya bisa bantu Anda, artinya kenapa nggak maksimal lakukan pendekatan? Saudara bilang Habib Hanif baik, kenapa Saudara nggak manfaatkan pintu kekeluargaan ini?” tutur Habib Rizieq.

Lalu apa jawaban Bima Arya? Bima mengatakan persoalan ini berbeda konteks jika dilakukan pendekatan kekeluargaan. “Gini, setiap persoalan itu kan selalu ada konteksnya. Konteksnya kan adalah antara Satgas dan RS Ummi. Saya sebagai Kasatgas tentu tidak langsung ke Habib Rizieq Shihab, tetapi ke Ummi yang tak lakukan prosedurnya. Kedua, komunikasi dengan Habib Mahdi dekat banget setelah itu, sama-sama memastikan beberapa kali pertemuan,” ujar Bima Arya.

“Tapi (pertemuan dengan Habib Mahdi) sudah laporan, setelah laporan dilaksanakan?” tanya Habib Rizieq. “Iya, karena laporan itu kan kesepakatan Satgas. Sekali lagi, saya adalah salah satu personel satgas,” tukas Bima.

** Asep S.Sayyev | Fredy Kristianto

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version