Penumpang Bus di Terminal Leuwiliang Dicek Prokes

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Prasarana Perhubungan (P3) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan wilayah1 dari Satuan Pelayanan Terminal Tipe B Leuwiliang Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat dimasa pandemi ini terus menggelar pemeriksaan protokol kesehatan (prokes) terhadap para penumpang bus angkutan.

Posko Kegiatan PPKM secara mikro di Terminal Tipe B Leuwiliang bersama tim gabungan dari TNI Polri terus berupaya melakukan sosialisasi prokes Covid -19 diantaranya mengimbau agar selalu menggunakan masker dan menggunakan handsanitizer.

“Termasuk, pengecekan suhu tubuh bagi para penumpang bus armada yang baru tiba atau yang baru berangkat dari terminal,” kata petugas terminal Leuwiliang, Wahyu Hidayat kepada Jurnal Bogor, Kamis (25/3).

Tak hanya itu, pihaknya menganjurkan serta mengarahkan agar para penumpang dan pengemudi sekaligus warga yang berada di terminal agar sesering mungkin mencuci tangan menggunakan  sabun dan air mengalir yang telah disiapkan petugas terminal.

Petuga juga rutin melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada tiap armada yang berada di terminal, serta  mengatur jarak tempat duduk di dalam bus para penumpang. Selain penumpang, kata Wahyu termasuk pengemudi serta warga di lingkungan yang berada di terminal. “Anjuran senatiasa untuk  memakai masker terutama  menjaga kebersihan lingkungan terminal,” ujarnya.

Guna memastikan kondisi kendaraan laik jalan, pihaknya melakukan pemeriksaan perlengkapan administrasi dan kondisi kendaraan tersebut. Menurutnya, karena masih PPKM skala Mikro tiap bus hanya dibolehkan membawa 50% penumpang dari kursi yang tersedia.

Ia juga mengatakan, sejak 1 Juli lalu, keberadaan Terminal Leuwiliang mulai beranjak normal, dimana sebanyak 15 armada bus PO CBU, MGI dan DAMRI mulai beroperasi. Namun hingga sekarang masih sepi penumpang lantaran kondisinya masih pandemi Covid-19.

“Jumlah penumpang bus setiap hari datang dan pergi di Terminal Leuwiliang, kondisinya sekarang ini belum stabil,” tukasnya.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here