Home News Banjir Bandang di Gunung Mas, DPRD Singgung Soal Mitigasi Bencana

Banjir Bandang di Gunung Mas, DPRD Singgung Soal Mitigasi Bencana


Cibinong | Jurnal Inspirasi

DPRD menyentil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) soal bencana banjir bandang yang terjadi di kawasan perkebunan teh Gunung Mas, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, yang terjadi Selasa (19/01). “Seharusnya, BPBD gerak cepat melakukan mitigasi bencana, ketika peristiwa di Curug Cisampai yang terjadi Desember 2020 lalu, sebagai langkah antisipasi agar bencana yang lebih terjadi,” kata Ketua DPRD Rudy Susmano, Kamis (21/01).

Padahal kata Rudy, sejak bencana tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Sukajaya, Cigudeg dan Nanggung, tahun 2020 lalu, DPRD sudah mengingatkan BPBD agar mitigasi kebencanaan alam dilakukan dengan serius. “Anggaran mitigasi pastinya lebih murah dan efesien, selain itu masyarakat tidak menjadi korban bencana alam, kehilangan rumah, kehilngan barang-barang, kehilangan akses insfrastruktur hingga mungkin kehilangan penghasilan selama dalam penangganan. Saya minta langkah-langkah mitigasi bencana alam diperkuat lagi oleh BPBD,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui banjir bandang disertai tanah longsor menerjang kawasan perumahan karyawan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII Blok C Kampung Rawa Dulang, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Selasa lalu.

Banjir bandang tersebut mendapatkan perhatian dari DPRD Provinsi Jawa Barat. Bahkan Ahmad Ruhiyat, Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, saat meninjau lokasi bencana Rabu (20/01) bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi Bupati Ade Yasin, meminta dilakukan investigasi.


Ini memang musibah yang memprihatinkan, tapi akarnya penyebabnya tetap harus dicari dan kami (DPRD Jawa Barat-red) mendesak adanya investigasi kenapa bagian hulu kawasan Puncak bisa terjadi banjir bandang,”tegas politisi PKS itu.

** Mochamad Yusuf

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version