Home News Kota Bogor Terapkan PSBB Lagi

Kota Bogor Terapkan PSBB Lagi

Keterisian Tempat Tidur RS Sudah 90 Persen

Bogor | Jurnal Inspirasi

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mendukung penuh langkah pemerintah pusat soal penerapan PSBB dimana praturan pembatasan tersebut diatur melalui peraturan gubernur atau peraturan kepala daerah.

“Saya kira kita merespon dengan sangat positif, memang perlu ada langkah-langkah yang terkoordinasi secara wilayah. Di Bogor sendiri kita emang sudah jalan dengan kebijakan itu. Tapi sempat kita evaluasi terkait dengan jam operasional,” ujar Bima kepada wartawan, Rabu (6/1).

Menurut dia, Pemkot Bogor akan menjalankan arahan dari Menko Perekonomian, Airlangga Hartanto dari mulai jam operasional mall yang tutup jam 19.00 WIB, rumah makan resto yang harus dibatasi sebanyak 25 persen dan yang ketiga adalah tentang WFH.

“Kita berharap bahwa pesannya sampe kepada masyarakat. Bahwa ini lonjakannha msh tinggi dan situasi masig belom terkendali. Rumah sakit juga tingkat keterisiannya semakin penuh, masyarakat harus selalu waspada. Bahkan semakin wapada, semakin siaga harusnya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa Pemkot Bogor akan menyesuaikan arahan dari pemerintah pusat dengan menyiapkan beberapa langkah yang diperlukan.

Dedie mengatakan, kondisi Covid-19 di Kota Bogor saat ini makin mengkhawatirkan. Sebab, beedasarkan grafik data kasus aktif mencapai 19,3 persen atau 1.084. Kemudian, untuk presentase kesembuhan 78,4 persen (4.408 kasus), sedangkan presentase kematian mencapai 2,4 persen (134 kasus).

Begitupun dengan keterisian tempat tidur rumah sakit dan ICU yang telah menyentuh 90 persen. Sementara diketahui, setiap daerah yang diwajibkan PSBB lantaran parameter jumlah kasus telah atau hampir melampaui ambang batas yang telah ditentukan pusat.

Diantaranya, tingkat kesembuhan dibawah 82 persen, tingkat kematian mencapai 3 persen dan keterisian tempat tidur isolasi dan ICU di RS mencapai 70 persen. “Untuk keterisian tempat tidur di RS se-Kota Bogor sudah 90 persen,” jelas Dedie yang juga Wakil Wali Kota Bogor.

Dedie menegaskan bahwa pihaknya kini tengah mempersiapkan sosialisasi kepada masyarakat dan dunia usaha terkait kebijakan PSBB. “Memang benar saat ini laju peningkatan kasus penularan cukup tinggi sementara daya tampung RS semakin sedikit. Tapi belum segenting wilayaj Jabodetabek yang lain,” ungkapnya.

Kendati akan kembali menerapkan PSBB, namun Dedie menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan penyesuaian-penyesuaian dengan kondisi Kota Bogor. “Tapi itu masih dibahas. Mungkin beberapa hari kedepan akan diumumkan. Sekarang masih ada langkah-langkah yang perlu dipersiapkan,” pungkasnya.

** Fredy Kristianto

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version