Home Edukasi Mr. Kibo: Berkarya dengan Passion

Mr. Kibo: Berkarya dengan Passion

Sejatinya seseorang punya passion atau bakat dalam dirinya. Namun banyak yang belum menyadari passion yang dimiliki. Padahal berkarya dengan passion akan mudah meraih sebuah mimpi karena bahagia melakukannya sehingga tak takut kata lelah dan gagal. Hal ini dialami M. Indre Wanof seorang pengusaha muda (24) yang juga Founder Ota Community.

Laporan: Eliyani [MG/UIK-Jb]

Indre menyadari passionnya didunia bisnis dan bahasa, hingga akhirnya beliau menjadi Co founder dan CMO Kampungcourse.id yang berpusat di Kampung Inggris (Pare), Kediri Jawa Timur. Serta ia seorang founder komunitas bernama Ota Community yang akhirnya berkembang hingga terciptanya game ulartanggabahasa. Serta beliau juga merupakan duta bahasa Sumatra Barat 2020.

Indre Wanof yang kerap disapa Mr. Kibo menyadari passion dibidang bahasa yang dia miliki, setelah gagal melewati jalur masuk perguruan tinggi seperti SBMPTN, SNMPTN, dan sejenisnya. Hingga akhirnya putra berdarah minang ini pergi ke Pare untuk belajar bahasa inggris. Dari sanalah Kibo akhirnya punya skill (bakat) dalam bahasa inggris hingga menjadi tutor bahasa inggris di Pare, ” Kenapa aku punya skill bahasa inggris, gegera aku gagal masuk kuliah yang membuat aku belajar dikampung inggris”, ujar Kibo kepada Jurnal Inspirasi, Rabu (9/12/20).

Passion Kibo yang lain yaitu bisnis, yang disadarinya saat mengikuti banyak event sembari menyelesaikan S1 di Universitas Islam Kediri jurusan Manajemen Pemasaran. Saat ditanyakan apa yang harus dimiliki seseorang dalam mencapai tujuannya, “Passion, kita harus related (terikat) sama passion itu, bener-bener menyukai hal itu, kalau kita tidak suka yah sulit. Sekarang pertanyaanya bagaimana cara  kita mengetahui passion kita itu apa?.

Nah, kalau aku cara mengetahui passion aku itu apa, yaitu dengan gabung berbagai event atau acara-acara, karena passion ataupun profesi ini bisa berubah. Bisa dikatakan  profesi/passion sama kayak pacar. Belum tentu pacar pertama bakal jadi pacar kita yg terakhir, siapa tahu bisa jadi dengan pacar kedua dan ketiga. Passion juga begitu, hari ini  mungkin kita sukanya musik, besok bisa berubah, bisa jadi dibidang politik, besok mungkin bisa berubah bisa jadi bidang kesehatan, dan sebagainya. Maka dari itu untuk bisa benar-benar menemukan passion ini bener-bener harus mencoba dengan ikut event ini, ikut acara ini, aktivitas ini,” jelas Indre.

“Setelah ada passion bakal lebih gampang, energi kita bakal melebihi. Ketika melakukan suatu yg kita sukai yah bakal full terus. Walaupun kita gagal, kita suka hal itu, gak kerasa capeknya, gak kerasa gagalnya karena bener-bener menyukai hal itu”, lanjut Kibo.

Sejak event yang diikuti Kibo, akhirnya ia punya banyak relasi dan inovasi. Dari event tersebut Kibo bisa berangkat ke berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam. “Disini aku merasain, orang pintar bisa dikalahkan oleh orang yg punya banyak uang, Orang punya banyak uang bisa dikalahin oleh orang yang punya banyak relasi, alhamdulillah keliling beberapa negara itu kita dibiayain bahkan kita digaji”, ungkap Indre.

Dengan event itu juga dia pernah menjadi asisten miss world, miss universe, yang juga LO (Liaison Officer) wakil menteri luar negeri Indonesia pada masa itu, “karena event kayak gini, mainin banyak relasi supaya bisa mengimprove diri kita juga” Katanya. Dari situlah Indre memulai dunia start up bisnis.

Saat membangun komunitas, perusahaan, Kibo berawal dengan slogan hidupnya “When I die I want to be remembered as a life that I live not because of the money that I’ve made. Intinya kita pengen menjadi sebuah warisan jadi ketika kita mati kita ingin diingat sebagai kehidupan yg kita tinggalkan bukan uang yg kita kumpulkan. Nah itu yg membuat kenapa tidak gitu disetiap aku ada didaerah itu ngasih impact (dampak) yang bisa ninggalin sesuatu buat masyarakat sekitar”, Ujar Kibo.

Ota Commnity merupakan komunitas non profit yang pada awalnya dimulai saat Indre pulang kampung ke Payakumbuh Sumatra Barat sekitar tahun 2014. Dia berpikir ingin membagikan ilmunya dalam bidang bahasa kepada orang yang ada dikampung. Saat itu Indre buka kelas gratis kecil-kecilan membuka lapak dirumahnya, yang awalnya hanya 3 orang bertambah hingga 30 orang.

Saat ini anggota Ota community ± 280 yang awalnya didedikasikan untuk orang minang, Seiring berjalannya waktu peminatnya banyak dari luar daerah karena menurut Indre tidak ada batasan tempat untuk belajar. Yang mana program di Ota Community beragam seperti ota english, ota bahasa, ota literasi sehingga lahir lagi games ulartanggabahasa yang baru launching september 2020 yang bisa diakses di instagramnya @ulartanggabahasa jika ingin dimainkan, yang selanjutnya akan direncanakan games turunan seperti ulartanggafisika, ulartanggakimia, dan sebagainya.

Idenya membangun Ota Community dan Kampungcourse.id katanya dimulai saat peka melihat permasalahan yang ada disekitarnya. Yang mana katanya tidak hanya melihat dengan kesempatan pada diri saja, tapi juga divalidasi permasalahan yang dibutuhkan daerah. Contohnya Kampungcourse.id. “Kenapa kampungcourse itu didirikan? karena permasalahan yang ada dikampung Inggris. Yaitu di kampung Inggris itu ada lebih 168 lembaga kursus.

Tapi kenapa cuman 10% aja dari mereka yang dikenal. 90 % ini kemana? 90 % dari lembaga kursus itu mereka gak dikenal karena lack of skills/ kekurangan skill di digital marketing. Jadi orang ke kampung itu dimulai dari google kan, yang keluar itu biasanya yang 10 % itu, yang benar-benar memahami digital. Yang gak make digital marketing mereka ketinggalan.

Dari situlah banyak perusahaan-perusahaan yang tutup karena dari sanalah alasan kampungcourse ada sebagai wadah untuk mereka untuk menampung dalam satu marketplace untuk bisa mengkoneksikan antara lembaga kursus dan pencari lembaga kursus di satu platform. Ketika orang datang kekampung inggris yah mereka bakal masuk ke platform kita ini,” jelas Kibo.

Yang mana kampungcourse.id dimulai sejak tahun 2017 yang sudah mendapatkan banyak penghargaan salahsatunya the best innovation dari bank Indonesia.

Untuk saat ini Indre lebih fokus menjalani bisnis profit dan non profit yang kebanyakan rutinitas di kampungcourse.id dan Ota Community, dan beberapa komunitas lainnya.

Kibo menyampaikan sarannya kepada anak muda bahwa harus multitasking.” Yang aku liat dari anak muda  itu mereka selalu terjebak di linearitas, sesuatu yg harus linear. Contohnya ‘yah gue kuliah ketika gue ikut organisasi yah bakal ngancurin kuliah gue, mangkanya gue gak mau ikut organisasi’.

Begitu juga dilain sisi. ‘Terus kalau gue kerja ntar kerjaan gue gak bakalan beres ketika gue juga kuliah’. Yang itu membuat mereka milih. Itu yang menjadi permasalahan anak muda, mereka linear mereka harus milih satu. Tapi kenyataannya pada situasi sekarang dunia yg harus memaksa kita untuk bisa mengerjakan semuanya satu waktu. Satu cara agar menjadi anak muda yg unggul yaitu multitasking, pesan aku belajar multitasking dari sekarang”.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version