Aliri Puluhan Hektar Sawah, Irigasi Cikupa Diperbaiki

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Petani di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, khususnya di Desa Jambu Luwuk, tidak akan lagi merasa khawatir area sawahnya kekurangan pasokan air. Sebab, saluran irigasi yang selama ini menjadi satu-satunya untuk mengaliri sawah mereka sedang dalam perbaikan.

Enuh (55), petani padi warga Kampung Karakal RT 01 RW 06, Desa Jambu Luwuk mengungkapkan, selama ini lahan pertanian miliknya kerap sekali kekurangan pasokan air. Itu terjadi, lantaran aliran irigasi yang selama ini menjadi sumber air untuk mengaliri area sawahnya, selalu kekeringan.

 “Tidak sampainya air dari irigasi ke area sawah saya, karena tanah irigasi nya selalu longsor dan menutup aliran air,” ungkapnya kepada wartawan.

Sehingga, kata Enuh, adanya perbaikan Irigasi Cikupa dengan dilakukan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di sepanjang aliran air ini, sangat membantu para petani dalam mendapatkan pasokan air.

 “Kalau sudah dibangun TPT, saya yakin tidak akan ada lagi irigasi yang longsor dan menutup aliran air. Saya sangat berterimakasih kepada pemerintah yang sudah memperbaiki Irigasi Cikupa ini,” paparnya.

Sementara, tokoh masyarakat Desa Jambu Luwuk, Dadan Rohimat menjelaskan, pembangunan Irigasi Cikupa yang saat ini sedang tahap pengerjaan, dikerjakan oleh warga bersumber anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan anggaran sebesar 190 juta lebih.

 “Saya sebagai warga di Desa Jambu Luwuk, sangat menyambut baik dengan adanya perbaikan saluran Irigasi Cikupa,” ujarnya.

Menurutnya, irigasi yang sedang dilakukan perbaikan, berfungsi untuk mengaliri puluhan hektar area sawah milik warga. Bukan hanya petani padi di Desa Jambu Luwuk saja, tetapi irigasi ini juga mengaliri sawah milik warga di Desa Banjarsari Kecamatan Ciawi dan Desa Sukamahi, Kecamatan Megamendung.

 “Irigasi Cikupa berada tidak jauh dari Desa Sukamahi. Makanya, layak untuk dilakukan perbaikan agar pasokan air ke sawah milik warga dibeberapa desa di dua kecamatan ini, dapat teraliri semua,” imbuh Dadan.

Adapun pada saat turunnya surat perintah kerja (SPK), baik kepala desa maupun perangkat nya, RT dan RW sudah diberitahu terlebih dulu oleh pihaknya. “Jadi sebelum pelaksanaan pembangunan, sudah disosialisasikan walaupun secara lisan,” tegas Dadan.

Dadan berharap, Irigasi Cikupa mendapatkan lagi alokasi anggaran untuk perbaikan lanjutan. Karena, aliran irigasi ini sangat panjang dan tidak bisa selesai dikerjakan semua di tahun sekarang.

 “Perbaikan sekarang hanya mampu membangun TPT sepanjang 100 meter, sedangkan irigasi ini mulai dari hulu sampai hilir masih panjang dan kondisinya masih harus diperbaiki,” tukasnya yang juga ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here