Menilik HKN ke-56 Tingkat Kabupaten Bogor

0

Dinkes Lakukan ‘’ Aksi Lima Saja ’’

Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 Tingkat Kabupaten Bogor dengan menggelar sejumlah kegiatan yakni upacara HKN secara virtual, Sosialisasi Gerakan Sigap Sehat melalui ‘’ Aksi Lima Saja’’ (Peduli Sesama untuk Saling Jaga).

Laporan: Asep Saepudin Sayyev | Dedi Ruswandi

Gerakan ini yakni menggunakan selalu masker, mencuci tangan, menjaga jarak kontak fisik, menghindari kerumunan, menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh: rajin, olahraga, istrahat cukup, dan makan makanan bergisi seimbang, membagikan Masker dan hand sanitizer ke masyarakat, serta pemeriksaan rapid test.

Dikutip dari press release Dinkes, peserta kegiatan itu diikuti Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah dan Swasta, Puskesmas, Labkesda dan Pusyankesja, Organisasi Profesi, Organisasi Perhimpunan Rumah Sakit dan Organisasi Asosiasi Klinik. Sementara Upacara HKN secara Virtual digelar Kamis, 12 November 2020 di Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor.

Lalu Sosialisasi “Aksi 5 Saja” yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan Puskesmas se-Kabupaten Bogor pada 2-12 November di tempat-tempat publik dan wilayah kerja Puskesmas, serta pemeriksaan Rapid Tes ke masyarakat pada 11 November di tempat layanan publik antara lain Kantor BPJS, Disdukcapil, Bappenda dan PDAM dengan sasaran masyarakat pengunjung.

Upaya ini dilakukan karena data perkembangan Covid-19 di Kabupaten Bogor juga masih sangat dinamis dan fluktuatif. Diperkirakan rata-rata terdapat 20 kasus dalam sehari. Adapun dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, 32 kecamatan masih berada di zona merah, 5 kecamatan di zona orange dan hanya 3 kecamatan yang telah berada di zona hijau.  Dari fakta-fakta yang ada memberikan indikasi bahwa bencana pandemi ini belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

COVID-19 telah berdampak terhadap aspek Kesehatan, sosial dan ekonomi, serta terganggunya pelayanan di berbagai bidang. Kondisi ini cenderung akan berlanjut sejalan dengan masih banyaknya pihak yang mengabaikan protokol kesehatan yang sudah disosialisasikan dan belum membudayanya perilaku pencegahan COVID-19 di masyarakat.

Data BPS (2020) menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap bahaya COVID-19, umumnya cenderung merasa takut dan khawatir terhadap virus corona, namun demikian masih ada sekitar 17% masyarakat Indonesia yang tidak yakin terhadap keberadaan COVID-19. Masyarakat kini kerap bertanya-tanya kapankah pandemi ini akan berakhir.

Perjuangan untuk menyelamatkan masyarakat dari belenggu COVID-19 masih panjang dan membutuhkan kerja keras. Ikhtiar yang harus dilakukan adalah berusaha untuk melindungi diri, keluarga, dan orang lain di sekitar kita dengan, menerapkan protokol kesehatan. Transmisi atau penularan di masa adaptasi kebiasaan baru akan terus terjadi selama masyarakat tidak mau menerapkan perilaku pencegahan COVID-19. Oleh karena itu, mengajak masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan dengan pola hidup sehat menjadi sangat penting.

Di Kabupaten Bogor telah digalakkan gerakan sigap sehat melalui “AKSI 5 SAJA,” yang berarti Peduli Sesama Saling Menjaga: 1) menggunakan selalu masker, 2) mencuci tangan, 3) menjaga jarak kontak fisik, 4) menghindari kerumunan, 5) menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh: rajin olahraga, istrahat cukup, dan makan makanan bergisi seimbang. 

Lima hal ini, menjadi hal yang fundamental untuk dilakukan dalam perilaku sehari-hari, agar terhindar dari paparan COVID-19. Disamping itu, kita harus tetap menjaga imunitas tubuh, agar tetap baik dengan berolahraga secara rutin, mengonsumsi gizi seimbang, istirahat yang cukup, tidak merokok, dan mengendalikan penyakit penyerta. Protokol kesehatan harus diterapkam dalam kehidupan sehari-hari, dimana saja dan setiap saat.

Kegiatan sosialisasi Gerakan tersebut di atas sudah berjalan sejak bulan September melalui Gerakan Bersama (GEMA) Lawan Covid jilid 1 dan 2 di seluruh wilayah Kabupaten Bogor yang di laksanakan oleh Puskesmas dengan seluruh sector dan ormas terkait di wilayah dengan prioritas pada tempat-tempat aktivitas dan tempat-tempat umum: Pasar, Terminal, Restoran, Café, dan lain-lain.

Pada masa adaptasi kebiasaan baru (AKB), pemerintah dan lembaga dari berbagai kalangan di pusat dan daerah telah mengkomunikasikan kebijakan tentang protokol kesehatan untuk dipatuhi masyarakat di semua tatanan.

Pentingnya menyebarluaskan protokol kesehatan agar individu dan masyarakat dapat terhindar dari penularan virus corona. Pola hidup di masa AKB mendorong adanya perubahan kebiasaan masyarakat dari kebiasaan lama menuju kebiasaan baru yang lebih sehat, sehingga masyarakat dapat tetap beraktivitas secara produktif dan aman dari ancaman COVID-19.

Pandemi ini telah dirasakan pengaruhya oleh seluruh sektor yang terdampak, pembatasan mobilitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian.

Menghindari kehilangan hari produktif masyarakat, sejumlah hal telah dilakukan mulai dari pembuatan regulasi, edukasi, sosialisasi, mitigasi, surveilans, penanganan pasien, penyediaan alat perlindungan diri, pengobatan, peningkatan sumberdaya kesehatan dan secara luas melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan komunitas masyarakat perlu terus dilakukan dan ditingkatkan.

Cepat atau lambatnya penurunan angka penularan virus corona ditentukan oleh kemauan masyarakat untuk patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan yang ditandai oleh sikap dan perilaku sehat seseorang dalam melakukan aktivitasnya. Momentum peringatan HKN ke 56 diharapkan dapat membangun semangat dan tekad untuk terus berjuang bersama menyelamatkan bangsa. Melalui rangkaian kegiatan HKN, kita mengajak masyarakat untuk belajar dan bertanggung jawab terhadap kesehatan diri yang diwujudkan dengan berperilaku sehat agar terhindar dari berbagai penyakit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here