Akta Lahir dan e-KTP di Leuwisadeng Dekati Target

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Kepemilikan akta lahir dan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) bagi warga di 8 desa se- Kecamatan Leuwisadeng  telah mendekati target pencapaian. Salah satu indikasinya, pelayanan administrasi di Desa Kalong 1, Kecamatan Leuwisadeng belakangan ini warga yang meminta surat pengantar untuk pembuatan akta lahir dan KTP terlihat mulai berkurang.

“Kepemilikan  KTP elektronik  dan surat akta kelahiran bagi warga desa dinilai cukup tinggi, hal ini seiring adanya kantor UPT Disdukcapil di areal Kecamatan Leuwisadeng untuk proses pembuatan akta kelahiran yang radiusnya begitu terjangkau,” kata  Kasi Pelayanan Desa Kalong 1, Reva Permana kepada wartawan, kemarin.

Menurutnya, yang datang ke desa untuk pengurusan  perlengkapan administrasi lainnya tetap masih ada, akan tetapi tidak seramai dari tahun sebelumnya.

Desa Kalong 1, yang merupakan desa pemekaran dari Desa Kalong 2, pada tahun 1986 yang meliputi 15 RT, 4 RW, 2 Dusun dengan jumlah penduduk sekitar 5,700 jiwa terdiri dari 1300  Kepala Keluarga. “Kisaran diangka 20 persen, masyarakat yang belum memiliki akta kelahiran dan KTP,  namun hingga sekarang secara berkala untuk mecapai target masih berjalan,” tambah Kasi Pemerintahan Desa Kalong 1, Dadi Mulyadi.

Sementara, Kasi Pelayanan Kecamatan Leuwisadeng, melalui via selulernya Roro Rina membenarkan perihak sejak didirikannya kantor UPT Disdukcapil untuk melayani masyarakat di 7 kecamatan, kesadaran masyarakat Leuwisadeng dalam pengurusan akta kelahiran  cukup  antusias.

“Dibanding warga di kecamatan lain, warga Leuwisadeng dari 8 desa, kepemilikan kartu akte lahir hampir seluruhnya telah memiliki, sekitar selisih ratusan dengan kecamatan lain,” ungkap Roro.

Antusias masyarakat sangat tinggi, karena memang kantor UPT Disdukcapil ada di wilayah Kecamatan Leuwisadeng, sehingga sangat terjangkau dan lebih mudah diakses. “Sekarang sekitar nol koma sekian yang belum memiliki KTP tersebut,” kata dia.

“Data ini didapat dari setiap desa di saat berlangsungnya sosialisasi. Sampai sekarang masih sosialisasi hingga mencapai target,” pungkasnya.

** Arip Ekon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here