Home News Gunung Sindur dan Parung Panjang Banyak Bangunan Bermasalah

Gunung Sindur dan Parung Panjang Banyak Bangunan Bermasalah

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Kepala UPT Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DKPP) Wilayah III mengatakan sampai saat ini masih banyak banguan yang bermasalah dalam perizinan dari 14 kecamatan yang berada di wilayah III, dan dua kecamatan paling banyak permasalahan yakni Kecamatan Gunung Sindur dan Parung Panjang hampir 50 persen bangunannya bermasalah.

Untuk itu pihak UPT telah membentuk tim khusus untuk menyelesaikan perizinan di dua kecamatan tersebut guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Ada 15 tim yang diterjunkan untuk menyelesaikan bangunan yang perizinannya masih bermasalah di 14 kecamatan yang ada di wilayah UPT Tiga, yang utamanya dua kecamatan Gunung Sindur dan Parung Panjang,” kata Kepala UPT DKPP Wilayah III Wolter Rumsory.

Wolter mengatakan tidak akan mempersulit proses perizinan bagi pemilik bangunan yang belum melakukan proses perizinan dan lainya. Hal itu dilakukan guna mencari solusi untuk meningkatkan PAD.

“Tidak akan melakukan pembongkaran terlebih dahulu akan diberikan Surat Peringatan (SP) sampai pemilik itu memiliki niat untuk mengurus perizinan, karena kalau kita lakukan tindakan seperti pembongkaran tentu itu pakai biaya malah tidak ada PAD yang masuk,” ujarnya.

Ia pun mengatakan dengan program jemput bola dan membentuk tim khusus kontribusi yang disalurkan dari UPT DKPP Wilayah III untuk Kabupaten Bogor sudah mencapai Rp 59 miliar dari target Desember nanti Rp 90 miliar.

“Alhamdulillah sudah sumbangsih terhadap Kabupaten Bogor melalui PAD yang didapat. Karena sampai saat ini sudah 59 miliar dari target 90 miliar sampai bulan Desember 2020 masuk,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version