Bendungan Biah-Saimun Cibuntu Dibiarkan Rusak Hingga Menahun

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Kepala Desa Cibuntu Ahmad Yani kesal usulan soal pembangunan bendungan Biah-Saimum yang mengaliri 3 desa, yaitu Desa Cibuntu, Cicadas, dan Desa Bojong Rangkas tidak digubris oleh pihak UPT Pengairan wilaya IV Ciampea. Pasalnya sudah beberapa kali usulan sampai saat ini bendungan itu tidak juga  ada perbaikan.

“Bendungan itu hingga saat ini tak kunjung juga diperbaiki padahal sudah sekitar satu tahun rusak, saya sudah pegel ngusulkan terus. Hingga saat ini tidak ada respon untuk perbaikan karena itu rusaknya cukup parah,”kata Kades Cibuntu Ahmad Yani, kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Kades melanjutkan pihaknya mendesak agar pihak terkait merespon karena di tiga desa tersebut banyak petani terdampak akibat bendungan rusak hingga aliran air sugai ke area pertanian tersendat. “Segeralah, kami selaku pemerintah desa mendesak ke pada pihak terkait untuk dilakukan pembangunan,” kata Kades.

Kondisi bendungan rusak itu pun mendapat sorotan dari anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor Lukmanudin Ar Rasyid. Menurutnya untuk memperkuat sektor pertanian aliran air harus berjalan normal. “Dalam rangka memperkuat sektor pertanian dan perikanan irigasi itu urgen harus diperbaiki dan masuk di anggaran perubahan,” kata Lukman sapaan akrabnya.

Lukman meminta pemerintah daerah harus hadir di tengah – tengah para petani untuk melakukan penguatan di sektor pertanian dengan memperbaiki irigasi untuk memasok kebutuhan air ke sawah dan kolam. “Intinya harus segera ada perbaikan karena itu juga merupakan kebutuhan bagi para petani biar kebutuhan pangan masyarakat tercukupi,” pintanya.

Sementara Kepala UPT Pengairan wilayah IV Ciampea Rudi saat dikonfirmasi belum memberikan penjelasan mengapa bendungan Biah-Saimun dibiarkan lama rusak dan tidak ada perbaikan.

** Cepi Kurniawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here