Sekolah di Jakarta Belum Dibuka

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan sekolah di Ibu Kota sejauh ini masih belum dibuka seiring masih diperpanjangnya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) masa Transisi di bulan Juli ini.  Perpanjangan PSBB Transisi di Ibu Kota ini berlangsung selama 2 – 16 Juli 2020. Pengumuman itu disampaikan  Anies di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/7).

Meskipun tanggal 13 Juli 2020 sekolah sudah mulai tahun ajaran baru, Anies menuturkan, proses pembelajaran masih menggunakan jarak jauh.  “Belum ada pembukaan sekolah karena masih memantau wabah. Sekolah belum akan dibuka meski pun tahun ajaran 13 Juli. Tapi masih di dalam pelajaran jarak jauh (PJJ),” kata Anies.

Untuk itu, Anies meminta agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari wabah virus corona atau Covid-19. “Bahwa secara umum masih perlu peningkatan kedisiplinan masyarakat. Satu penggunaan masker, dua mencuci tangan, ketiga menjaga jarak. Ini perlu di tingkatkan,” katanya. 

Ada dua area utama penularan virus corona (Covid-19) di Jakarta. Pertama, menurut Anies, adalah pasar.  “Ada 19 pasar yang ditutup dalam sebulan terakhir. Ke depan unsur TNI, POlri dan ASN akan awasi secara ketat pasar-pasar di DKI Jakarta”. Ada 153 pasar yang dikelola PD Pasar Jaya. Begitu pula pasar-pasar lainnya di Ibu Kota juga akan diatur jumlah orang. 

Lalu sistem ganjil genap akan ditiadakan di pasar. Namun akan ada pengendalian jumlah orang di pasar. Tempat penularan utama yang kedua, menurut Anies, adalah transportasi umum KRL (Kereta Rel Listrik). Personel TNI dan Polri akan bantu PT KCI untuk pantau pengendalian penumpang di KRL. 

ASS |*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here