Menuju New Normal, Forkopimcam Cigombong Awasi Buruh Pabrik dan Pasar

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi
Komando Rayon Militer (Koramil) 2123 bersama Polsek Cijeruk-Cigombong sudah mulai melakukan sosialisasi fase New Normal atau kenormalan baru di tengah pandemi virus Corona yang rencananya akan diberlakukan pasca berakhirnya masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Danramil 2123 Cijeruk-Cigombong, Mayor Inf. Suparno mengatakan, PSBB di Kabupaten Bogor yang sudah masuk jilid 4 akan berakhir pada 4 Juni. Sesuai instruksi unsur pimpinan, pihaknya masih melaksanakan pengawasan.

 “Dalam rangka menuju New Normal, kami dari unsur Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimcam) Cigombong sudah mulai melakukan sosialisasi di tempat keramaian seperti pasar, stasiun kereta api dan titik-titik yang terindikasi banyak masyarakat berkerumun,” ucapnya.

Suparno menjelaskan, Kecamatan Cigombong merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi. Tentunya pengawasan ketat dilakukan untuk mencegah akses keluar masuk manusia demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Perihal tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Sukabumi untuk pelaksanaan dan pengawasan PSBB. “Kami (Forkopimcam Cigombong, red) beberapa waktu lalu bertemu dengan Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat melaksanakan giat inspeksi mendadak di wilayah perbatasan. Intinya kita sepakat untuk saling mengawasi,” paparnya yang saat itu didampingi Kapolsek Cijeruk-Cigombong, Kompol Nurahim.

Kendati demikian, lanjut Mayor Inf. Suparno, yang menjadi riskan ialah manakala perusahaan atau industri mulai beraktivitas. Saat ini beberapa di antaranya libur tidak beroperasi. “Pabrik-pabrik ini yang akan menjadi prioritas kami. Apalagi nanti setelah PSBB menuju New Normal, tentunya aktivitas akan bergerak,” ucapnya.

Memang, masih kata Suparno, tidak ada industri atau pabrik berdiri di Kecamatan Cigombong. Namun demikian banyak warga Kecamatan Cigombong, Cijeruk dan Caringin yang bekerja di pabrik garmen di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Sehingga pihaknya tetap mewaspadai adanya penularan virus Corona.

 “Itu yang kita antisipasi, sehingga manakala terjadi di perusahaan, kami sudah punya antisipasi. Tapi saya juga yakin perusahaan punya standarisasi untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 ketika operasional berjalan,” imbuhnya.

Sementara menyikapi aktivitas pasar tradisional, Danramil Cijeruk-Cigombong, menyatakan terus melakukan pengawasan. Terlebih Pasar tradisional, belakangan menjadi klaster virus corona, contohnya di Pasar Cileungsi. Namun, begitu ada perintah dari pimpinan seperti Bupati, Dandim dan Kapolres, kami semakin menggencarkan pengawasan, sosialisasi agar pedagang maupun pengunjung Pasar Cigombong menaati protokol kesehatan Covid-19.

 “Termasuk berkoordinasi dengan satuan pengaman pasar agar melakukan pengawasan. Walau begitu, sebelum kejadian di Pasar Cileungsi, kami jajaran Forkopimcam Cigombong sudah melaksanakan protokol Covid-19 yakni dengan memberlakukan jam operasi pasar yang hanya sampai pada pukul 13.00 WIB,” jelas Kapolsek Cijeruk-Cigombong Kompol Nurahim.

Sementara Plt Camat Cigombong, Asep A. Sudrajat kembali mengimbau, agar masyarakat tetap menegakan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19.  “Pola hidup bersih dan sehat tetap dilakukan, memakai masker, rajin mencuci tangan dan selalu sedia hand sanitizer,” tukasnya.

** Dede Suhendar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here