Ibunda Jokowi Meninggal, Para Menteri tak Dianjurkan Melayat

0
Sujiatmi Notomiharjo

Jakarta | Jurnal Bogor

Ditengah wabah virus Corona (Covid-19) di Tanah Air, ibunda Presiden Joko Widodo, Sujiatmi Notomiharjo meninggal dunia dalam usia 77 tahun di RST Slamet Riyadi Solo, Rabu (2/3). Penyebab meninggalnya Sujiatmi lantaran mengidap kanker. Jokowi menyampaikan keterangan resmi tersebut di rumah duka keluarga Sujiatmi di Jalan Pleret Raya, Sumber, Banjarsari, Solo. Ia tampak mengenakan kemeja panjang putih yang dipadu dengan sarung serta peci.

“Innalillahi wa innailaihi raji’un, innalillahi wa innailaihi raji’un, innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” ucap Jokowi saat konferensi pers di rumah duka.

Ia mengungkapkan bahwa ibundanya meninggal dunia pada Rabu sore pukul 16.45 WIB. Sujiatmi meninggal karena sejak empat tahun ini menderita sakit, yaitu kanker. Berbagai cara dan usaha telah dilakukan untuk mengobati penyakit tersebut. “Kita semuanya sudah berusaha, berikhtiar dan sudah berobat, utamanya di RSPAD Gatot Subroto tetapi memang Allah SWT sudah menghendaki,” ujarnya lirih.

Atas nama keluarga, Jokowi memohonkan doa agar segala dosa-dosa ibunda diampuni oleh Allah SWT. “Semoga husnul khatimah,” harapnya. Rencananya jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Dukuh Mundu, Selokaton, Gondangrejo, Karanganyar, Kamis (26/3) siang. “Rencananya akan dimakamkan insyallah jam 13.00 WIB di makam Mundu, Kabupaten Karanganyar,” kata dia.

Sementara semua Menteri Kabinet Kerja tidak boleh ke Solo, Jawa Tengah untuk melayat Ibunda Presiden. Mereka diminta tetap di Jakarta. Hal itu dipastikan Juru Bicara Kepresidenan Mochammad Fadjroel Rachman. Kata dia arahan itu disampaikan Menteri Sekertaris Negara Pratikno.

“Sementara ini imbauan Mensesneg Pratikno pada kami seperti itu. Dari menko, kementerian lembaga dan kabinet,” kata Fadjroel Rachman, Rabu (25/3).

Hanya ada dua orang menteri yang mendampingi Presiden Jokowi di Solo, yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan sempat berniat terbang ke Solo, namun kemudian diurungkan dan memutuskan salat ghaib dari rumah untuk almarhumah.

“Beliau minta agar almarhumah didoakan dari rumah masing-masing saja. Saya sendiri mengimbau juga, sebaiknya bagi kaum Muslimin yang ingin mensalatkan janazahnya dilakukan dengn salat ghaib saja dari rumah,” kata Mahfud.

Sementara para tamu yang ingin melayat harus melalui pemeriksaan dan pengecekan berlapis seperti cek suhu badan, mengoleskan hand sanitizer serta melalui alat penyemprot disinfektan yang dipasang menuju rumah duka. Tak hanya itu, petugas paspampres juga meminta kepada wartawan maupun tamu yang akan ke rumah duka untuk menjaga jarak antara satu dengan lainnya.

Asep Saepudin Sayyev |*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here