Home Potret Desa Ditengah Kekhawatiran Corona, Petani Tetap Bekerja

Ditengah Kekhawatiran Corona, Petani Tetap Bekerja

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Adanya status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus Corona atau yang disebut Covid-19 di berbagai daerah membuat sebagian besar masyarakat membatasi aktivitasnya terutama yang dilakukan diluar rumah dan menghindari keramaian.

Pemerintah pusat dan daerah ramai – ramai mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur dan menghimbau agar meniadakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. serta tidak bepergian keluar rumah atau kota bila tidak mendesak.

Hal itu membuat kondisi di lokasi – lokasi yang biasa ramai dikunjungi  terlihat sepi aktivitas dan pekerja lebih memanfaatkan kesempatan diterapkannya Work From Home alias Bekerja Dari Rumah oleh sebagian instansi pemerintah dan swasta.  Hal ini berbanding terbalik dengan Petani di pedesaan. Berdasarkan informasi dari petani yang berhasil dihimpun Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) saat melaksanakan teleconference dalam rangka Klasifikasi Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S), Jum’at (20/3).

Sebut saja Abdul Syukur,  petani pengelola P4S Saka Tani di Desa Panarukan Kecamatan Adiwarna Kabupaten Tegal menuturkan di desanya petani  tetap melakukan aktivitas seperti biasa tetapi tetap waspada. Ia tetap  merasa aman apalagi dirinya peracik agens hayati yang sudah biasa bersentuhan dengan virus, jamur  dan bakteri. “Yang paling penting menjaga diri, hidup sehat, budidaya ramah lingkungan dan makanan yang dilarang oleh agama jangan dimakan, “ pesannya.

Ia mengungkapkan dalam waktu kurang dari sebulan Ia dan petani didesanya akan segera panen, padi dan siap memasok pangan ke pasar. Ahmad Subhan Petani pengelola P4S Al Ikhtisar Kecamatan Bumi Jawa Kabupaten Tegal mengaku, masih terus melanjutkan aktivitas disawah, meski pemberitaan mengenai virus Corona santer terdengar.

“Kalau kami tetap saja bekerja, masalah Virus Corona tidak begitu mempengaruhi karena sebentar lagi padi mau panen,” ucapnya. Meskipun demikian, ia tetap mengikuti anjuran untuk tidak terlalu banyak bepergian, menjaga kebersihan dengan selalu mencuci tangan setiap selesai bekerja dan ketika akan makan.

Sementara itu Mahmuri Ketua P4S GSG 7 yang berlokasi di Kampung Salo  Kelurahan  Kembangan Utara Kecamatan Kembangan Jakarta Barat DKI Jakarta, mengantisipasi  agar terjaga dari Virus yang menewaskan banyak orang di seluruh dunia ini dengan cara mengikuti langkah – langkah kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah, selalu berhati – hati  tetapi tidak meninggalkan aktivitas bertani.

“Kita pasrah saja, yang penting jangan sampai meninggalkan aktivitas bertani, selalu berhati – hati, selebihnya Allah yang mengatur,” ujar pelaku Urban Farming ini.

RG/PPMKP

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version