Home Ekbis Efek Corona, Gula Pasir Langka

Efek Corona, Gula Pasir Langka

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Disinyalir akibat adanya virus Corona, gula putih menjadi barang langka di sejumlah toko modern khususnya di wilayah Cibinong.

Bukan hanya kenaikan harga sejumlah rempah-rempah di pasar tradisional, masuknya virus Corona juga mengakibatkan gula putih tidak beredar di minimarket.

“Gula putih kosong. Sudah satu bulan belakangan ini tidak ada gula putih,” kata salah seorang kasir minimarket di wilayah Kelurahan Tengah, Cibinong, Rini kepada Jurnal Bogor, Rabu (11/3).

Senada, kekosongan gula putih juga terjadi di minimarket wilayah Pondok Rajeg, Cibinong. “Gula tidak ada udah lama,” kata Kasir minimarket di Pondok Rajeg, Rian.

Sementara itu, gula putih tak bermerek masih dijual di warung klontong dengan  harga Rp17000 perkilogramnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bogor, Nuradi mengungkapkan, kekosongan gula putih tersebut diduga kuat akibat kepanikan masyarakat terhadap virus Corona.

“Akibat adanya virus Corona itu menjadikan masyarakat panik. Masyarakat membeli banyak alias menyetok gula. Jadi permintaan gula putih saat ini lagi tinggi,” ungkap Nuradi.

Lebih lanjut mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor ini mengklaim, stok gula putih di wilayah Bumi Tegar Beriman masih kategori aman. 

“Saya sudah komunikasi dengan corporate manajer pemasaran salah satu toko modern yang ada di Bogor. Memang permintaan lagi tinggi sehingga perputaran gula putih tak seperti biasanya sebelum ada virus Corona. Secara umum stok aman,” tandasnya. 

Noverando H

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Exit mobile version