32.2 C
Bogor
Friday, April 19, 2024

Buy now

spot_img

Cerita di Balik Road Show Dua Komisioner KPU Kabupaten Bogor ke Dapur Redaksi Jurnal

Bogor, Jurnal Inspirasi

Rabu, 04 Februari 2020, di tengah cuaca Bogor yang mendung, sekitar pukul 15 : 00 WIB, dua sahabat yang kini menduduki posisi penting di lembaga penyelenggara pemilihan umum menyambangi kantor Jurnal Bogor, yang kantornya sedikit nyumput (sembunyi-red) yang ada di Jalan Dr. Semeru, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Obrolan hangat di temani kopi pahit merek asli urang Bogor Liong Bulan (maaf bukan untuk promosi merek kopi-red), bertema kisah perjalanan keduanya dari dua sahabat itu, khususnya Herry Setiawan sebelum menjabat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalir deras, tanpa rem diselingi tawa-tawa ringan, lantaran geli mengenang tindakan atau kelakukan di masa sebelum menjadi orang yang digaji negara.

“Jujur saja, saya tak menyangka, perjalanan dari awalnya seorang jurnalis (wartawan-red) nyangkut di KPU, sebagai komisioner. Inilah rencana dari Yang Maha Kuasa Allah SWT  yang sangat indah bagi diri saya,” kata Herry. Dalam obrolan santainya.

Herry mengaku bersyukur, lantaran pengalamannya sebagai jurnalis ternyata relevan dengan tugas dan fungsi sebagai komisioner divisi sosialisasi, pendidikan pemilihan, penerangan masyarakat dan SDM. “Wartawan itu tugasnya diburu dengan waktu dan itu saya sadari, makanya data atau kejadian pada Pemilu 2019 lalu baik sebelum maupun sesudahnya saya informasikan kepada rekan-rekan wartawan. Intinya saya tahu apa yang dibutuhkan wartawan,”katanya.

Pernyataan senada disampaikan, Asep Saeful Hidayat , komisioner KPU yang membidangi perencanaan, data dan informasi. Aktivis kepemudaan itu menilai media merupakan mitra strategis lembaga dan ikut berperan dalam mensukseskan pelaksanaan Pemilu 2019 lalu. “Sumbangsih rekan-rekan media kepada KPU sangat besar, itulah kenapa ? saya menyebut sebagai mitra strategis bagi KPU,” tegasnya.

Asep menjelaskan, meski Pemilu sudah selesai, namun KPU tidak akan terpaku menunggu hajatan baru lagi, tapi sebaliknya di masa lengang, KPU akan banyak melaksanakan kegiatan edukasi politik kepada masyarakat, salah satunya dengan mensosialisasikan Rumah Pintar Pemilu (RPP).

“Di RPP nanti, pendidikan politik itu berupa tata cara memilih, tapi tidak menggunakan manual, melaikan berbasis elektronik dan sasarannya pelajar yang biasa disebut generasi milenial,” ujarnya.

Asep berharap, media ikut berperan dalam pendidikan politik, sebagai upaya lembaga untuk menjadikan Pemilu 2024 mendatang, lebih baik dan berkualitas di semua aspek mulai dari penyelenggaraan dan naiknya tingkat partisipasi. “Apa yang akan kami lakukan itu intruksi atau perintah langsung dari KPU Pusat kepada semua penyelenggaran Pemilu di daerah,” tegasnya.

Penjabat Sementara (Pjs) Pimpinan Redaksi Jurnal Bogor Mochamad Yusuf merespon positif, upaya dan ajakan KPU kepada media untuk bersama-sama bergandengan tangan menciptakan demokrasi yang berkualitas, beradab dan penuh kegembiraan.

“Kami (Jurnal Bogor-red) 1.000 persen siap membantu hajatan KPU, dengan terlibat aktif dalam pendidikan politik kepada masyarakat, tak sebatas dengan memberitakan saja, tapi dalam bentuk lain, semisal menjadi  narasumber,” katanya.

Yusuf mengungkapkan, selama penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu, mulai  dari tahapan sampai pelantikan wakil-wakil rakyat terpilih, KPU bukan hanya berhasil menghelat hajatan politik lima tahunan nasional itu, tapi mampu menjadi pemberi informasi akurat kepada rekan-rekan media yang dituntut sang redaktur info paling anyar.

“Ini tidak terlepas lantaran adanya hubungan personal yang harmonis antara wartawan dengan para komisioner. Apalagi saya dari lima komisioner, tiga diantaranya sangat akrab sebelum mereka menjadi komisioner,” tutupnya.

Gita Purnama

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles