32.2 C
Bogor
Friday, April 19, 2024

Buy now

spot_img

Gedung DPRD Kembali Jadi Sorotan

Bogor | Jurnal Bogor

Kualitas bangunan Gedung DPRD Kota Bogor kembali menuai sorotan, seiring ditemukan banyaknya titik kebocoran di lantai tiga dan lantai lainnya. Terutama saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Ketua LSM Mitra Rakyat Bersatu (MRB), Jamal Nasir mengatakan bahwa sejak dinding sopi-sopi di lantai 5 ambruk, sontak menimbulkan banyak pertanyaan publik. “MRB sudah mempertanyakan apakah dalam proses lelang ada deviasi? barang yang digunakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis? apakah desain konstruksinya gagal? konsultannya tidak kompeten? Atau fungsi pengawasannya tidak berjalan?,” katanya kepada wartawan, Kamis (20/2).

Atas dasar itu, kata dia, perlu dilakukan audit komprehensif oleh lembaga independen, dan DPRD harus berani membuat Pansus untuk menyelidiki proses pembangunan gedung agar dapat menggali lebih jauh permasalahan tersebut

“Sebenarnya ketika Dinding di latai 5 ambrol kami sudah berkirim surat kepada Polresta dan Kejaksaan Negeri Bogor. Tapi tidak  ada respon. Nah dengan adanya kejadian ini kita tunggu saja, apakah mereka akan turun tangan,” ucapnya.

Menurutnya, penegak hukum harus bergerak sesuai dengan prinsip negara supermasi hukum untuk menegakan law enforcement dan asas-asas umum penyelenggaraan negara.  Demi terciptanya Good Governance dan Clean Government,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Fraksi PPP, Saeful Bakhri mendesak agar pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap pembangunan gedung dewan. Ia menilai, kebocoran yang terjadi di gedung DPRD diduga akibat rembesan air dari lantai atas. “Seharusnya yang namanya beton tidak akan rembes. Ini kan rembes, kacau,” ujar Saeful.

Sebelumnya, Sekretaris DPRD, Boris Derurasman mengatakan bahwa tetesan air tersebut bukan diakibatkan kebocoran, melainkan berasal dari AC. “Sekarang lagi diperbaiki saluran AC di lantai tiga,” ungkapnya.

Menurut Boris, plafon di lantai tiga bukannya ambruk, melainkan sengaja dibuka untuk memperbaiki saluran AC, sehingga tak merusak plafon.

Sementara itu, teknisi dari CV Mandala yang tengah melakukan perbaikan, Jaelani  mengatakan, kebocoran diakibatkan rembesan dari lantai empat. “Bukan dari AC, tapi rembesan dari atas,” katanya.

Ia menyatakan bahwa kebocoran yang terjadi bisa saja diakibatkan dari saluran WC atau rembesan beton. “Saya harus cek dulu semuanya. Tapi sepertinya bukan dari AC,” tandasnya.

Fredy Kristianto

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest Articles