34.6 C
Bogor
Tuesday, September 15, 2026

Buy now

spot_img

ITB Dewantara Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Sukabumi

Sukabumi | Jurnal Bogor
Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan menyalurkan bantuan bagi korban musibah kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu (12/9/2026).

Bantuan tersebut merupakan hasil kepedulian dan penggalangan bantuan dari Yayasan Dewantara bersama Yayasan Anugerah Insani yang disalurkan dalam bentuk pakaian, perlengkapan mandi, selimut, kebutuhan rumah tangga, serta uang tunai.
Bantuan diserahkan secara langsung kepada masyarakat terdampak oleh dosen dan tenaga kependidikan ITB Dewantara.

Kehadiran civitas akademika ITB Dewantara di lokasi tidak hanya dimaksudkan untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral kepada masyarakat Kasepuhan Ciptamulya yang sedang berupaya bangkit setelah mengalami musibah besar.

Kebakaran yang terjadi pada 25 Juli 2026 tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup besar. Sebanyak 51 rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat dan berdampak terhadap 51 kepala keluarga atau sekitar 159 jiwa. Selain rumah warga, kebakaran juga menghanguskan sedikitnya 49 leuit atau lumbung padi yang selama ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya. Sejumlah fasilitas umum dan sosial juga ikut terdampak, warung, MCK, kendaraan, serta sepeda motor. Kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 miliar.

Rektor ITB Dewantara, Dr. Yasnimar Ilyas, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian civitas akademika terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, hubungan ITB Dewantara dengan masyarakat Ciptamulya juga bukan merupakan hubungan yang baru terjalin. Sekitar satu tahun sebelumnya, civitas akademika ITB Dewantara telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah tersebut.Ungkapnya Sabtu( 12/09/2026)

“Ini adalah bentuk kepedulian kami kepada masyarakat Kasepuhan Ciptamulya yang sedang mengalami musibah. Setahun lalu civitas ITB Dewantara pernah hadir dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di desa ini. Karena itu, ketika masyarakat mengalami musibah kebakaran, kami merasa terpanggil untuk kembali hadir dan memberikan dukungan sesuai dengan kemampuan kami,” ungkap Dr. Yasnimar Ilyas.

“Kami menyadari bahwa bantuan ini tidak mungkin mengganti seluruh kerugian dan kehilangan yang dialami masyarakat. Namun kami berharap apa yang kami bawa hari ini dapat sedikit meringankan beban mereka. Yang lebih penting, kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Ciptamulya tidak sendiri. Ada kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar ITB Dewantara,” ujarnya.

Sementara itu, Abah E. Suhendri Wijaya (Abah Hendrik), selaku Ketua Adat Kasepuhan Ciptamulya, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kepedulian keluarga besar ITB Dewantara yang kembali hadir di tengah masyarakat setelah musibah kebakaran. Menurutnya, kedatangan civitas akademika ITB Dewantara memiliki makna yang sangat berarti bagi masyarakat, terlebih karena sebelumnya ITB Dewantara telah hadir melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Kasepuhan Ciptamulya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada ITB Dewantara, Yayasan Dewantara dan Yayasan Anugerah Insani yang sudah datang langsung ke sini dan memberikan bantuan kepada masyarakat kami. Bagi kami, bantuan ini bukan hanya tentang pakaian, perlengkapan atau kebutuhan lainnya, tetapi yang paling penting adalah perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada kami. Kami merasa tidak sendiri dalam menghadapi musibah ini,” ungkap Abah.

Abah juga menyampaikan bahwa masyarakat Kasepuhan Ciptamulya masih membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk dapat memulihkan kembali kehidupan mereka setelah kehilangan rumah, harta benda, serta leuit yang merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat adat.

“Kami berharap hubungan baik dengan ITB Dewantara dapat terus terjalin. Dulu mereka datang untuk pengabdian kepada masyarakat, sekarang mereka datang kembali ketika kami sedang terkena musibah. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya datang ketika ada kegiatan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap masyarakat,” tambahnya.

(Wawan Hermawanto)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles