27.8 C
Bogor
Friday, October 16, 2026

Buy now

spot_img

Viral Dugaan Pemukulan di Kantor KPPG Bogor, Haidir Tegaskan Tidak Ada Toleransi Terhadap Kekerasan

Bogor | Jurnal Bogor
Isu dugaan pemukulan yang melibatkan pegawai di lingkungan Kantor Koordinasi Pelaksanaan Gizi (KPPG) Bogor menjadi sorotan setelah peristiwa tersebut beredar di media sosial. Menanggapi kejadian itu, Haidir, S.Si., M.Si., selaku Kepala KPPG Kota Bogor, memberikan klarifikasi mengenai perselisihan yang terjadi pada Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.

Haidir menjelaskan bahwa insiden tersebut melibatkan dua orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) asal Purwakarta. Perselisihan terjadi di halaman luar kantor KPPG Bogor ketika sejumlah pimpinan sedang berada di dalam ruangan untuk mengurus pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dugaan tindak kekerasan terjadi di KPPG Bogor

Menurut Haidir, pihaknya baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar teriakan dari arah halaman kantor. Ia bersama sejumlah pejabat KPPG lainnya kemudian bergegas keluar untuk melerai kedua pihak yang terlibat perselisihan.

Setelah itu, kami langsung bergegas keluar kantor dan ternyata ada dua SPPI dari Purwakarta yang sedang berselisih, ujar Haidir, S.Si., M.Si., selaku Kepala KPPG Kota Bogor, saat memberikan keterangan kepada awak media.

Penyebab Perselisihan Masih Didalami
Haidir mengungkapkan bahwa kedua orang yang terlibat dalam insiden tersebut sama-sama merupakan SPPI. Salah satunya diketahui menjabat sebagai kepala dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sedangkan satu orang lainnya tidak sedang memegang atau mengelola dapur.

Keduanya diketahui datang ke kantor KPPG Bogor untuk mengurus keperluan dinas yang berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Meski demikian, pihak KPPG Bogor masih mendalami penyebab perselisihan tersebut. Haidir mengatakan bahwa hingga saat memberikan keterangan, pihaknya belum dapat memastikan apakah konflik itu bermula dari persoalan pribadi sebelum keduanya datang ke kantor atau terjadi akibat kesalahpahaman di lokasi.

Kami belum mendapatkan kejelasan apakah perselisihan itu merupakan persoalan pribadi yang terjadi sebelum mereka datang ke kantor ataukah kesalahpahaman setelah mereka berada di kantor, jelas Haidir.

KPPG Bogor Koordinasi dengan Pimpinan di Jakarta
Menanggapi insiden yang menjadi perhatian publik tersebut, Haidir menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil langkah awal dengan memberikan teguran keras kepada kedua SPPI yang terlibat.
Selain itu, KPPG Bogor juga telah berkoordinasi dengan pimpinan di Jakarta untuk memperoleh arahan terkait tindak lanjut dan kemungkinan pemberian sanksi kepada pihak yang terlibat.

Kantor KPPG Bogor

Sebagai Kepala KPPG Kota Bogor, Haidir menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk kekerasan di lingkungan kerja maupun dalam pelaksanaan tugas.
“Kami dari KPPG Bogor ingin menegaskan bahwa KPPG Bogor tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, sekecil apa pun. Semua kesalahan tentu ada konsekuensinya,” tegas Haidir, S.Si., M.Si.

Kedua Pihak Disebut Telah Berdamai
Pasca-kejadian tersebut, Haidir menyampaikan bahwa kedua SPPI telah berdamai dan kembali ke Purwakarta.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan serta masyarakat Indonesia atas kegaduhan yang timbul akibat peristiwa tersebut.
Menurut Haidir, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi bagi KPPG Bogor untuk meningkatkan pengawasan dan memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis menjaga sikap profesional.

KPPG Bogor juga menyatakan akan melakukan pengawasan terhadap seluruh dapur SPPG, termasuk yang berada di wilayah Purwakarta, guna memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik.

Hingga kini, penyebab pasti perselisihan tersebut masih dalam pendalaman, sementara tindak lanjut terkait sanksi terhadap pihak yang terlibat menunggu arahan dari pimpinan terkait.

(Zacky Bariqlana/mg-uika)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles