Bogor | Jurnal Bogor — Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Dewantara kembali mencetak lulusan baru. Sebanyak 121 mahasiswa Program Studi S1 Manajemen resmi menyandang gelar sarjana dalam Wisuda Sarjana Manajemen ke-XX Tahun Akademik 2025/2026 di IPB International Convention Center (IICC) Bogor, Sabtu (26/9/2026).

Yang menarik, 18 dari 121 wisudawan telah menjadi entrepreneur dan menjalankan berbagai usaha, mulai dari kuliner, kedai kopi, perdagangan, bisnis pakaian, penjualan ikan segar hingga bisnis online.
Capaian ini menunjukkan bahwa lulusan ITB Dewantara tidak hanya dipersiapkan untuk memasuki dunia kerja, tetapi juga didorong untuk berani membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kami bangga karena dari lulusan ITB Dewantara terdapat entrepreneur-entrepreneur baru. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berpikir untuk mencari pekerjaan, tetapi juga mulai berani menciptakan pekerjaan dan membuka peluang bagi orang lain,” kata Rektor ITB Dewantara, Dr. Yasnimar Ilyas, Sabtu (26/9/2026).

Ada cerita menarik lainnya dalam wisuda kali ini. Sebanyak 23 pegawai BPMPP Ciawi berhasil meraih gelar sarjana melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Program RPL memberikan kesempatan bagi masyarakat dan pekerja yang telah memiliki pengalaman serta pembelajaran sebelumnya untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan mengakui kompetensi yang telah dimiliki sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala BPMPP Ciawi, Sukim Supandai, S.Sos., MM, mengapresiasi kerja sama dengan ITB Dewantara yang telah memberikan kesempatan kepada para pegawainya untuk meningkatkan pendidikan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada ITB Dewantara yang telah memberikan kesempatan kepada pegawai kami untuk melanjutkan pendidikan. Hari ini 23 pegawai kami telah berhasil menyelesaikan pendidikan dan mendapatkan gelar sarjana,” ujar Sukim.

Menurutnya, pendidikan yang ditempuh diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar, tetapi juga meningkatkan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia.
Rektor ITB Dewantara, Dr. Yasnimar Ilyas, mengingatkan para wisudawan bahwa gelar sarjana merupakan awal untuk mengimplementasikan ilmu di tengah masyarakat.
“Hari ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi merupakan awal dari perjalanan baru. Ilmu, pengalaman dan nilai-nilai yang diperoleh selama kuliah harus dapat diwujudkan dalam kehidupan nyata, baik di dunia kerja, dunia usaha maupun dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.
Wisuda September 2026 juga menjadi wisuda kedua ITB Dewantara sepanjang tahun ini, setelah sebelumnya digelar pada Februari 2026.
Tak hanya berlangsung khidmat, prosesi wisuda juga dikemas dengan nuansa budaya dan kebersamaan.
Mahasiswa ITB Dewantara menampilkan tari daerah khas Nias dan tari Jaipong khas Jawa Barat yang mendapat perhatian para tamu undangan.
Suasana semakin meriah ketika seluruh wisudawan memainkan angklung bersama, menciptakan momen kebersamaan sekaligus menghibur para undangan yang hadir.
Sementara itu, salah satu wisudawan, Murdi, mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan hingga tahap wisuda.

“Saya sangat bersyukur dan bahagia akhirnya bisa sampai pada tahap wisuda. Perjalanan selama kuliah tentu memiliki banyak tantangan, tetapi dukungan dari keluarga, dosen dan teman-teman membuat saya mampu menyelesaikan pendidikan ini,” ungkap Murdi.
Wisuda ini juga meluluskan 9 mahasiswa beasiswa KIP dari Pemerintah dan belasan beasiswa dari Yayasan Dewantara.
Melalui wisuda ini, ITB Dewantara kembali menunjukkan komitmennya menghadirkan pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada gelar akademik, tetapi juga mendorong kompetensi, kewirausahaan, kemandirian dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
(Wawan Hermawanto)


